FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Keluar dari Zona Merah, TNI dan Polri Siap Kawal Perpanjangan PSBB ke-7 Banten

Gub Banten Polres

GUBERNUR BANTEN BERTEMU KAPOLRES: Gubernur Banten Wahidin Halim mengumpulkan tiga Kapolres Tangerang Raya untuk membahas Covid-19. Wahyu/sugawa.id

Sugawa.id – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengungkapkan, TNI dan Polri siap mengamankan dan melakukan pengawasan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ketujuh (VII) kalinya di Provinsi Banten dengan memberikan berbagai kelonggaran pada sejumlah kegiatan.

“Tadi saya Rapat Koordinasi dengan Kapolres di Tangerang Raya. Mereka siap mengawal ini,” ungkap Gubernur Banten, Senin (13/7/2020).

Selain bertemu dengan para Kapolres di Tangerang Raya, Gubernur Banten juga melakukan kunjungan ke Markas Korem 052/Wijaya Krama dan melakukan koordinasi dengan Danrem 052/Wijaya Krama Brigjen (Inf) Tri Budi Utomo. 

Dalam kesempatan kunjungan silaturrahim tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, jika Provinsi Banten telah berhasil keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. Dan terlempar dari 10 besar nasional dalam kasus virus corona tersebut.

Namun dikhawatirkan jika berbagai kelonggaran akan menjadi pelanggaran. 

“Kalau tidak menaati aturan, kerja keras kita selama ini akan sia-sia,” ungkapnya.

Masih menurut Gubernur Banten, sejak PSBB pertama hingga terakhir kemarin masih banyak berbagai pembatasan. Dan pada tahap PSBB kali ini akan banyak sejumlah kegiatan yang diperbolehkan.

Sehingga perlu terus mengingatkan masyarakat dengan membagi berbagai kategori kegiatan yang dapat dikategorikan beresiko tinggi, sedang dan rendah. 

“Itu harus kita atur. Detailnya diserahkan ke kota/kabupaten sesuai dengan kondisi objektif masing-masing wilayahnya,” ungkapnya.

“Jangan sampai lupa, walaupun masyarakat telah memahami protokol kesehatan tapi kita tetap harus waspada,” tegas Gubernur Banten.

Ditambahkan, dari awal Provinsi Banten tidak menggunakan istilah new normal. Namun secara bertahap melalui PSBB ini dilakukan berbagai pelonggaran sejumlah kegiatan dengan berbagai pembatasan juga. 

“Paling tidak, kegiatan yang beresiko tinggi di kehidupan keseharian masyarakat perlu kita ingatkan dan selamatkan,” ungkapnya.

Gubernur Banten menegaskan, dirinya harus berhati-hati dalam memberikan pelonggaran pada sejumlah kegiatan untuk menghindarkan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19. Dan tetap akan lakukan Rapid Test dan swab test di berbagai tempat, guna langkah antisipasi dan tracking area. 

“Itu sebabnya saya perlu koordinasi dengan Polisi dan TNI, agar upaya yang dilakukan  Banten tidak sia-sia,” pungkasnya. (cok)

.

Share :