FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Kapolri Wacanakan Polwan Bisa Jadi Kapolda

Idham Azis

Kapolri Jenderal Idham Azis. Dok Foto : Tempo.

Sugawa.id – Kapolri Jenderal Idham Azis menaikkan pangkat sebanyak 42 anggota Polri yang masuk dalam kategori perwira tinggi (Pati). Menariknya, akibat adanya kenaikan pangkat tersebut, kini instansi Polri memiliki 2 jenderal wanita yang masih aktif.

Dua orang polwan yang mendapatkan kenaikan pangkat tersebut adalah Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri Sri Handayani yang sebelumnya berpangkat Brigjen naik menjadi Irjen. Sri Handayani sebelumnya pernah bertugas sebagai Wakapolda Kalimantan Barat.

Dan seorang lainnya adalah Kapusjarah Polri Apriastini Bakti Bugiansri yang semula berpangkat Kombes naik menjadi Brigjen. Brigjen Apriastini mulai dikenal masyarakat ketika memimpin Satuan Tugas (Satgas) pemulihan pasca bencana Palu, Sigi dan Donggala yang berisi 50 anggota yang keseluruhannya Polwan.

Kapolri menyatakan kehadiran dua jenderal wanita itu menunjukkan bahwa sebagai pimpinan Polri dirinya juga memberikan kesempatan yang sama kepada Polwan untuk berkarir. “Ini bukti, jika bagus Polwan juga punya kesempatan yang sama dengan polisi laki-laki. Jadi jangan salah kalau 2-3 bulan ke depan ada Polwan yang bisa saya angkat jadi Kapolda,” kata Idham Azis, Kamis (13/2/2020).

Lulusan Akpol 1988 ini juga memastikan dalam kenaikan pangkat tersebut, semua didasari oleh kinerja anggota melalui proses Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) dan bukan berdasarkan titipan.
“Siapa yang terbaik, dia yang naik, sekali lagi saya ingatkan bukan dengan kasak-kusuk, bukan dengan menghadap, bekerjalah yang terbaik, karena kalau kalian bekerja terbaik, organisasi yang akan mencari kalian,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Ia pun mengaku, dari puluhan anggota Polri yang naik pangkat hari ini, dirinya tidak mengenalinya secara pribadi. Mereka naik pangkat karena sudah sesuai mekanisme Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi).
“Tidak ada satu pun yang ketemu saya, tidak ada satu pun juga yang WhatsApp saya, semua melalui mekanisme wanjak, ada yang KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa), itu karena prestasinya,” turur pria kelahiran 30 Januari 1963 ini.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan proses kenaikan pangkat Polwan sama dengan polisi laki-laki (Polki). Dengan dua Polwan menyandang bintang di pundaknya, Iqbal menyebut bahwa Polri memberikan hak yang sama antara Polwan dan Polki.

“Dalam institusi Kepolisian, Polisi Wanita diberi hak yang sama untuk merintis jenjang karir sampai ke atas. Kan, sudah terbukti ada bintang 2, yang belum bintang 3 saja,” katanya.

Sebelumnya, Polri sudah pernah memiliki empat orang polisi wanita (Polwan) yang menyandang pangkat jenderal dalam jajarannya. Keempat jenderal tersebut adalah Brigjen Jeanne Mandagi. Selepas dari Polri, Jeanne berkarir di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Selain Jeanne, Polri juga pernah punya Irjen Basaria Panjaitan. Setelah tak lagi berdinas di Mabes Polri, Basaria berkarir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Ada juga Brigjen Pol Nur Afiah yang pernah mengemban jabatan sebagai Wakapolda Sumbar pada Mei 2015. Ada juga Brigjen Ida Oetari yang terakhir bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN). (wib/cok)

Share :