FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Kapolri Minta Polwan Tingkatkan Kinerja di Masa Covid-19

kapolri-idham-azis-6

Kapolri Jenderal Idham Azis. (foto: dok/sugawa.id)

 

Sugawa.id – Kapolri Jenderal Idham Azis mengungkapkan posisi polisi wanita (Polwan) Republik Indonesia setara dengan polisi laki-laki. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan strategis dengan mengacu pada penilaian kinerja dan kompetensi yang berlaku.

 

Saat ini, Polwan Republik Indonesia berjumlah 24.506 personel, terdiri atas 3 Pati, 1.567 Pamen, 3.355 Pama, dan 19.581 Bintara. Berbagai posisi jabatan strategis baik di Mabes, Polda, Polres, maupun Polsek, juga telah banyak diemban oleh personel Polwan.

 

“Teruslah bekerja baik dan tunjukkan prestasi di mana pun rekan-rekan bertugas. Ini momentum untuk introspeksi diri, memperkuat soliditas, dan mendorong peningkatan kinerja di tengah situasi Pandemi Covid-19,” ujar Idham dalam sambutannya yang dibacakan oleh Waka Polri Komjen Gatot Eddy Pramono di acara syukuran Hari Jadi Polwan Ke-72, Selasa (1/9/2020).

 

Idham menekan beberapa hal untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh Polwan. Pertama jadilah teladan bagi masyarakat, sesama personel Polri dan keluarga dalam berdisiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan secara benar, menjaga jarak, dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

 

Kedua tingkatkan peran aktif dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas Polri terkait penanganan Covid-19 sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya. Ketiga tidak melakukan perbuatan yang kontraproduktif dan merugikan institusi Polri.

 

Ketiga, atur waktu sebaik-baiknya untuk menjalankan peran ganda Polwan baik sebagai istri/ibu maupun sebagai anggota Polri. Dan terakhir sebagai tuan rumah Agenda Internasional Konferensi IAWP ke-58 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 9 September 2021 di Yogyakarta, agar dilakukan persiapan dengan sebaik-baiknya.

 

“Kita bekerja baik saja belum tentu dinilai baik oleh masyarakat, apalagi bila kita bekerja tidak baik, maka teruslah melakukan kebaikan. Biarkan proses alam dan Tuhan yang menilai apa yang telah kamu kerjakan,” ungkapnya. (elo)

Share :