FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Kabareskrim : Proses Hukum Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan untuk Hargai Perjuangan Tenaga Medis

WhatsApp Image 2020-06-25 at 14.51.18

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (sugawa.id)

Sugawa.id – Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyatakan terbitnya surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri soal proses hukum seluruh masyarakat yang tidak mematuhi standar protokol kesehatan penanganan Covid-19 untuk menghargai perjuangan tenaga kesehatan (nakes) yang sejak awal sudah berjibaku melawan virus corona.

“”Pengorbanan para dokter maupun perawat yang sudah merelakan waktu, tenaga, pikiran bahkan nyawanya, jangan sampai sia-sia akibat adanya segelintir masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Hargai perjuangan mereka. Sejak awal mereka sudah habis-habisan mengeluarkan tenaga, pikiran sampai nyawa untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” kata Listyo, Selasa (17/11/2020).

Dikatakan, alasan lainnya karena Korps Bhayangkara sangat menjunjung tinggi azas Salus Populi Suprema Lex Exto atau Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi. “Keselamatan masyarakat dan menyelamatkan nyawa manusia adalah hukum tertinggi dan itu wajib dilakukan oleh kita semua,” ujar Listyo.

Selain itu, kata Listyo, tindakan tegas dari aparat penegak hukum dalam hal ini juga untuk mendukung program pemerintah yang terus berjuang melawan virusCovid. Apalagi, pemerintah juga sudah mengucurkan dana triliunan demi memulihkan Indonesia dari Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, seluruh masyarakat diharapkan bisa disiplin dan mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan yang selalu diimbau oleh pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19.

“Dalam masa pandemi seperti ini, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat bersama-sama dengan pemerintah bangkit melawan virus corona. Dengan kesadaran dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan, Indonesia akan bebas dari virus corona. Selain itu, perekonomian masyarakat juga bisa kembali pulih setelah terdampak pandemi ini,” papar mantan Kapolda Banten ini.

Sebelumnya, Kapolri menerbitkan surat Telegram Rahasia (TR) bernomor ST/3220/XI/KES.7./2020 tanggal (16/11/2020) yang ditandatangani oleh Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Polri menyatakan bahwa apabila dalam penegakan Perda/peraturan kepala Daerah tentang penerapan protokol kesehatan Covid-19 ditemukan adanya upaya penolakan, ketidakpatuhan atau upaya lain yang menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu stabilitas Kamtibmas, maka akan dilakukan upaya penegakan hukum secara tegas terhadap siapapun.

Tindakan tegas itu sesuai dengan Pasal 65, Pasal 212, Pasal 214 ayat (1) dan (2), Pasal 216, dan Pasal 218 KUHP, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, Pasal 84 dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018.  Tindakan tegas kepada pelanggar protokol kesehatan juga berdasarkan atas masih belum stabilnya angka konfirmasi pasien positif virus corona di Indonesia. Atau kata lain, sampai kini masih terus mengalami penambahan.

Sekadar diketahui, kedisiplinan masyarakat soal penerapan protokol kesehatan kembali disorot, saat kepulangan Rizieq Shihab di Bandara Soetta, acara di Bogor dan resepsi pernikahan putri Rizieq di Petamburan, Jakarta. Polri bahkan sampai mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat karena dianggap tidak menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan dalam acara Rizieq tersebut.(elo)

Share :