FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Kabareskrim Pastikan Tak Pandang Bulu Usut Kasus Djoko Tjandra

listyo

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo

 

Sugawa.id- Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memastikan menjaga kepercayaan masyarakat, marwah dan institusi Polri jauh lebih penting dari apapun. Sehingga dia tidak akan pandang bulu dalam melakukan pengusutan terhadap seluruh jajaran Polri yang terlibat dalam perkara buronan pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra.

Listyo menekankan, siapapun dia, apapun latar belakangnya serta dari angkatan berapa pun, pengusutan kasus tetap akan berjalan.

“Biar pun teman satu angkatan (di Akpol -Red), kami tidak pernah ragu untuk menindak tegas tanpa pandang bulu,” kata Listyo, Minggu (19/7/2020).

Dikatakan, kebijakan konkret serta komitmen dari Kapolri Jenderal Idham Azis dan dirinya sudah dibuktikan melalui pencopotan tiga orang jenderal dari jabatan lantaran diduga terlibat dalam perkara Djoko Tjandra. 

Listyo menyebut, tim khusus yang dibentuknya juga akan terus menelusuri pihak-pihak yang terlibat dengan perkara tersebut. Pasalnya, tak ada ruang bagi siapapun yang terlibat. 

“Siapapun yang terlibat akan kita proses, karena ini merupakan komitmen kami untuk menindak dan mengusut tuntas masalah ini,” ujar Listyo. 

Mantan ajudan Presiden Jokowi ini menyatakan akan melakukan pengusutan secara transparan dan terbuka agar masyarakat bisa mengetahui yang sebenarnya. 

Oleh sebab itu, Listyo mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak ikut memperkeruh suasana dan situasi. Sebab Polri akan bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya. 

“Kami pastikan akan transparan dalam melakukan pengusutan perkara ini. Kami meminta agar masyarakat percaya dan ikut membantu mengawasi,” tuturnya. 

Seperti diberitakan, Brigjen Prasetijo Utomo resmi dicopot dari jabatan sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri.

Selain itu, Brigjen Nugroho Slamet Wibowo juga dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris National Central Bureau (Ses NCB) Interpol Indonesia. Dan terakhir, Irjen Napoleon Bonaparte dicopot dari jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri.

Pencopotan jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/2076/VII/KEP/2020 yang dikeluarkan Jumat (17/7/2020). (cok)

Share :