FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Jadi Wakapolri, Gatot Dinilai Cocok Dampingi Kapolri

Irjen Gatot Eddy Pramono (kanan) dinilai cocok sebagai wakapolri mendamping Kapolri Jenderal Idham Azis (tengah). (Humas mabes polri untuk sugawa.id)

 

Sugawa.id- Penunjukan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono sebagai wakil kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) mendapat respons positif. ’’Bukan asal. Tentu melalui pertimbangan-pertimbangan. Jadi penunjukan Gatot sebagai wakapolri, mempertimbangkan chemestry. Rasanya tidak mungkin jika tidak cocok chemestrynya,’’ ujar pengamat politik dan komunikasi Emrus Sihombing kepada sugawa.id, Sabtu (21/12/2019).

Selain itu, lanjut doktor yang mengajar di Universitas Pelita Harapan itu, dipilihnya Gatot juga tak lepas dari keberhasilan selama tugas. Termasuk saat menjabat sebagai kapolda Metro Jaya.’’Selama menjabat sebagai kapolda Metro Jaya, Gatot dinilai berhasil mengatasi sejumlah persoalan dengan baik. Jadi sebagai kapolda yang berhasil, layak dipromosikan lebih tinggi,’’ imbuhnya.
Sikap Gatot juga, bisa memengaruhi. Di mata Emrus, Gatot tipekal orang yang sangat menghormati pimpinan. Dia bisa menempatkan diri sebagi bawahan ke pimpinannya. ’’Jadi sebagai wakil akan memberi support, mendukung sepenuh hati dan tenaga,’’ tegasnya.

Sedangkan mengenai pertimbangan asal daerah Gatot, Emrus tidak menganggap sebagai pertimbangan. Sebab, sepanjang yang diketahuinya, pemilihan wakapolri tidak melihat kategorisasi wilayah dari mana berasal. ’’Sistemnya kan komando. Bukan perwakilan politik. Yang pasti melihat profesionalitas, kemampuan, dan kapabilitas. Tidak ada unsur keterwakilan daerah. Tidak ada unsur geo politik,’’ terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono ditunjuk sebagai wakapolri menggantikan Komjen Ari Dono Sukmanto yang segera memasuki masa purna bakti alias pensiun. Sedangkan posisi kapolda Metro yang ditinggalkan Gatot akan dipercayakan pada Irjen Nana Sujana. Kepastian penunjukan Gatot berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/330/XII/KEP/2019 tertanggal 20 Desember 2019.

Sinyal Gatot ditarik ke Mabes sudah tercium, beberapa waktu lalu. Ketika itu, Kapolri Jenderal Idham Azis menyebut Gatot yang menjabat sebagai kapolda Metro Jaya sudah pantas bertugas di Mabes Polri. Nah, dengan pernyataan itu, spekulasi pergeseran tak lama lagi. Dan benar adanya.

Kala itu Idham Azis menyampaikan apresiasinya kepada kapolda Metro Jaya yang sukses mengeluarkan sistem tilang elektronik E-TLE dan mengeluarkan 3 aplikasi baru untuk masyarakat.

“Bayangkan 1 tahun 8 bulan saya jadi kapolda, tidak mampu melakukan ini. Pak Gatot ini belum setahun sudah bisa melaksanakan kegiatan ini. Sudah pantas lah Pak Gatot ini ke Mabes Polri,” ujar kapolri kala itu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Jumat (20/12/2019) mengatakan, mutasi Polri adalah hal yang alami. “Sama seperti tour of duty dan tour of area. Semuanya untuk penyegaran, promosi, dan dalam rangka memperbaiki performa dan kinerja organisasi menuju SDM unggul dan promoter,” jelasnya. (tho)

Share :