FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Insentif Covid di Damkar Depok Ditelisik

Untitled-1

Kejaksaan Negeri Depok. (Foto: Ist)

 

 

Sugawa.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok terus mengusut dugaan korupsi yang dilaporkan tenaga honorer Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Sandi Butar-butar. Saat ini, Korps Adiyaksa ini masih dalam pengumpulan data dan meminta keterangan. 

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menyatakan, dari lima orang yang dipanggil hanya empat tenaga honorer di Damkar yang datang.

“Soal apa aja yang ditanyakan dan hasilnya, maaf ya, kami belum bisa menyampaikan, masih full data full bucket,” ucap Herlangga di ruang kerjanya.

Yang pasti, kata Herlangga, pihaknya masih mendalami laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sepatu PDL tahun anggaran 2018 dan pemotongan honor insentif penanganan Covid-19 tahun 2020.

“Total sudah ada 12 orang yang kita panggil, baik sepatu PDL dan insentif Covid-19,” imbuhnya.

Dari dua laporan, bahwa satu surat perintah (Sprint) yang dikeluarkan pihaknya tertanggal 6 April lalu. Polres Metro Depok juga tengah mendalami dugaan korupsi di Damkar, namun berbeda kasus. 

“Sprint kami lebih dulu keluar, Polres keluar 12 April. Sedang berkoordinasi, tapi tidak menutup kemungkinan kita juga bisa berkolaborasi dengan Polres,” ujarnya.

Terpisah, pelapor Sandi Butar-butar mengatakan, kedatangan dirinya bersama rekan satu regunya dalam memenuhi pemanggilan terkait laporan soal insentif Covid-19.

“Saya hanya penuhi panggilan dari kejaksaan. Saya dipanggil mengenai pemotongan insensltif yang kami terima terkait dana Covid,” ujar Sandi di halaman Kejari Depok, Jumat (16/4/2021).

Sandi menuturkan, pemotongan dana insensif Covid-19 dan penyemprotan disinfektan terjadi pada 2020. Ia mengaku, hanya menerima sebesar Rp 850 ribu dari dana sebesar Rp 1,7 juta. “Iya, saya tanda tangan sekitar Rp 1,7 juta, nerima hanya Rp 850 ribu,” ungkapnya.

Ia menegaskan, hari ini merupakan pemanggilan resmi dari Kejari Depok. Sedangkan kedatangannya sebelumnya bukan untuk pemeriksaan. “Kalau kemarin saya dipanggil berkaitan dengan barang bukti,” paparnya. (ter)


Share :