FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

IFLC Tuntut Mahfud MD Minta Maaf soal Meme Corona

Sejumlah aktivis perempuan tengah berfoto bersama. (Foto Dok IFLC)

 

Sugawa.id- Indonesian Feminist Lawyers Club (IFLC) mengecam keras pernyataan yang menghina dan merendahkan perempuan oleh Menko Polhukam Mahfud MD yang mengutip Meme Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengenai pandemi Covid 19 sama dengan seorang istri.

Ketua Indonesian Feminist Lawyer Club (IFLC) Nur Setia Alam Prawiranegara dalam siaran persnya, Senin (1/6/2020) menyatakan, sebagai pakar hukum dan HAM dan Menko Polhukham yang bertugas menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan di bidang politik, hukum, dan keamanan, seharusnya yang bersangkutan tidak memberikan suatu pernyataan misogynist (merendahkan perempuan). 

“Pernyataannya menunjukkan tidak adanya penghormatan terhadap hak dan martabat serta empati terhadap perempuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan jo. UU No. 16  Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pernyataan itu jelas kontra produktif dengan tujuan kesetaraan gender,” ujar Nur.

Dikatakan, pernyataan Mahfud MD diduga  telah melanggar Pasal 2 huruf d dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, dimana para pejabat adalah pelaksana kewajiban negara untuk menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan. 

“Kami minta dalam waktu 3 x 24 jam, Menkopolhukam dapat menyatakan permohonan maaf kepada perempuan Indonesia khususnya dan perempuan di dunia pada umumnya. Kami juga minta pejabat publik lainnya untuk tidak ikut melakukan peryataan yang bersifat diskriminatif sebagaimana yang dilakukan oleh Menkopolhukam,” kata Nur.

Sebelumnya Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyesalkan munculnya  guyonan Covid-19 seperti istri oleh pejabat negara. Karena guyonan misoginis tersebut menempatkan perempuan sebagai bahan ejekan dan mengukuhkan stereotipe negatif  perempuan serta memupuk budaya menyalahkan perempuan korban (blaming the victim)

“Pernyataan tersebut kontraproduktif dalam upaya membangun relasi yang setara antara suami dan istri di perkawinan. Kesetaraan yang bebas dari diskriminasi merupakan conditio sine qua non dalam pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT),” ujar siaran pers Komnas Perempuan.

Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD mengutip Meme Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengenai pandemi Covid 19 sama dengan menyikapi seorang Istri yang beredar dalam video yang diunggah pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2020.

“Corona itu seperti istrimu. Pada awalnya kamu mencoba mengendalikannya akan tetapi faktanya ternyata kamu tidak bisa, maka kamu harus belajar hidup bersama dengannya,” demikian kutipan meme Mahfud MD. Meme ini pun mendapatkan reaksi keras dari sejumlah aktivis perempuan. (wib)

Share :