FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

IFLC Sebut Aisha Wedding Telah Langgar Sejumlah UU

Kantor Polisi

Ilustrasi. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Indonesian Feminist Lawyers Club (IFLC) mengecam tindakan Aisha Wedding yang mempromosikan pernikahan anak dan menyatakan tidak perlunya pencatatan perkawinan dengan melakukan nikah siri, serta memperbolehkan poligami tanpa diperlukannya izin dari Pengadilan Agama.

“Dalam situs resminya dan beberapa akun media sosialnya di Facebook, Twitter, Aisha Wedding mempromosikan hal-hal tersebut. Ini berarti telah menyebarkan berita bohong dan melanggar kesusilaan (ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku). Apa yang dilakukan adalah tindakan melawan hukum karena telah menyesatkan masyarakat atas norma kesusilaan, perkawinan dan agama melalui media elektronik,” kata Ketua IFLC Nur Setia Alam, Jumat (12/2/2021l).

Dikatakan, apa yang dilakukan merupakan Perbuatan Melawan Hukum yang melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak) Pasal 14 ayat (1) UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo. Pasal 27 ayat (1), Pasal 45 ayat (1), dan Pasal 52 ayat (1) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jis. Pasal 8 ayat (1) dan Pasal 62 ayat (1) huruf (a) UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen jis. Pasal 3 ayat (2) UU 22/1946 tentang Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk dan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Selain itu telah mendeskriditkan kewajiban negara sebagaimana dimaksud dalam  Pasal 34 Ayat 1 dan 2 UUD 1945  : Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara, yang kedua yaitu Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan yang bertujuan untuk mewujudkan cita–cita bangsa yang tertuang dalam sila ke-5 Pancasila,” katanya. 

Aktivis pempuan ini juga menyatakan Aisyah Wedding telah mencoba untuk menyesatkan pola pikir dan logika atas anak, khususnya anak perempuan serta tidak bertanggungjawab terhadap alat reproduksi perempuan untuk menjadikan penerus bangsa menjadi sakit.

“IFLC mendesak dan mendorong pihak kepolisian dan kementerian terkait melakukan gerakan cepat untuk melakukan penindakan terhadap pemilik, pembuat, dan pengelola www.aishaweddings.com,” tuturnya.(wib)

Share :