FOKUS :

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Harus Jalan

Rapat kerjasama rencana UKW dan ToT antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga UKW UPDM. (Foto: Ist)    ...

BACK_BANNER_DOG

IFLC Kecam Pelaku Penggerebekan Rumah Ibunda Mahfud MD

Aktivis IFLC ok

Sejumlah Aktivis IFLC (Dok IFLC)

Sugawa.id – Indonesian Feminist Lawyer Club (IFLC) mengecam segala bentuk kekerasan terhadap Siti Khotijah, Ibunda Mahfud MD di Pamekasan Madura, Jawa Timur oleh sekelompok massa yang massa yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan. Karena tindakan ini adalah bentuk kekerasan terhadap perempuan, apalagi yang bersangkutan juga telah berusia lanjut.

IFLC mengecam tindakan mengarah pada kekerasan terhadap perempuan apalagi terhadap seorang ibu yang telah lanjut usia. Seharusnya kita menghormati seorang ibu, karena semua manusia lahir dari seorang ibu. Marilah kita berpikir jika ibu kita mendapatkan perlakuan yang sama seperti itu, bagaimana rasanya, pasti tertekan dan tidak suka bahkan amarah,” ujar Ketua IFLC Nus Setia Alam, Minggu (6/12/2020).

Dikatakan, penggerudukan rumah ibunda Mahfud MD itu tergolong sebagai sebuah tindakan kekerasan terhadap perempuan dan lansia. “Kalau tidak setuju dengan ungkapan Pak Mahfud, mengapa menggeruduk rumah ibunya yang tidak berhubungan, baik dalam posisinya ada sangkut paut dengan pekerjaan, jabatan, posisi dan pernyataan Mahfud. Adanya tindakan kekerasan yang berdampak baik fisik maupun psikis terhadap perempuan, menurut pandangan kami adalah tindakan yang tidak patut dilakukan masyarakat indonesia karena dalam kehidupan bermasyarakat wajib menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945,” tuturnya.

IFLC mendorong dilakukannya upaya hukum sehingga ke depan jadi pembelajaran bagi kelompok-kelompok lain yang ingin melakukan hal yang sama. Nur Setia Alam menyatakan kekerasan terhadap perempuan harus ditiadakan, apalagi sekarang bertepatan dengan hari Anti Kekerasan Internasional terhadap perempuan yang berlangsung antara tanggal 25 November sampai 10 Desember 2020.

Sebelumnya Polda Jatim telah menangkap Aji Dores dan menetapkannya sebagai tersangka karena mengancam akan membunuh Mekopolhukam Mahfud MD dalam penggerebekan rumah ibunda Mahfud. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan tersangka ditangkap karena telah melanggar hukum dengan melontarkan kata-kata ‘bunuh’.

Aksi penggerudukan rumah kediaman ibunda Mahfud MD terjadi setelah Menkopolhukam tersebut mengeluarkan pernyataan terkait hasil tes swab Covid -19 milik Habib Rizieq Shihab. (wib)

Share :