FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

IFLC Gelar Pelatihan Hukum Berbasis Gender

WhatsApp Image 2020-08-19 at 10.35.00

IFLC menggelar pelatihan hukum dasar yang berkeadilan gender di Hotel Bidakara, Jakarta. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Indonesia Feminist Lawyer Club (IFLC) menggelar pelatihan hukum dasar yang berkeadilan gender di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (18/8/2020) hingga Rabu (18/8/2020). Kegiatan ini diikuti oleh 21 orang advokat.

Ketua IFLC Nur Setia Alam Prawiranegara menyatakan diselenggarakannya kegiatan ini dikarenakan masih minimnya pendampingan hukum terhadap korban dalam beberapa peristiwa kekerasan berbasis gender di Indonesia.

“Selama ini KUHAP hanya mewajibkan adanya bantuan hukum kepada tersangka dan terdakwa, padahal fakta di lapangan menunjukkan bahwa korban kekerasan berbasis gender, baik perempuan maupun anak, mereka kesulitan untuk mendapatkan akses keadilan karena minimnya pengetahuan hukum dan penegakan hukum yang kurang berpihak pada mereka,” kata Nur Setia Alam, Rabu (19/8/2020).

Karena itu, tambahnya, pelatihan ini dimaksudkan untuk memperkuat sumber daya manusia yang dapat memberikan layanan mumpuni bagi korban perempuan dan anak yang mengalami kekekerasan berbasis gender.

“Kami berharap, para advokat yang dilatih akan dapat memberikan  pendampingan hukum yang berpihak kepada akses keadilan perempuan, anak serta kaum disabilitas yang berperspektif pada Hak Asasi Perempuan (HAP) dan berkeadilan gender,” tuturnya.

Selain itu para advokat juga dapat berperan secara aktif dalam memformulasikan hukum yang berkeadilan gender serta mengubah paradigma yang awalnya tidak ada rasa keadilan gender menjadi lebih berkeadilan gender sehingga memiliki peran strategis dalam perwujudan hukum sebagai salah satu penegak hukum.

“Setelah mendapat pelatihan, para advokat dapat bertindak sebagai penyeimbang terhadap upaya paksa yang diberikan oleh undang-undang kepada penegak hukum lainnya sehingga membuktikan bahwa peran advokat sangat  penting dalam nendampingi korban perempuan dan anak dalam mengakses keadilan,” ujar Nur.

Dia menambahkan para advokat yang telah mendapat pelatihan aksn diberikan KTA dan BAS sehingga mereka dapat membantu korban yang mengalami kekerasan baik di wilayah Indonesia maupun di luar negeri. (wib)

Share :