FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

IFLC Dukung Penghapusan Test Keperawanan bagi Calon Prajurit Wanita

WhatsApp Image 2021-08-13 at 22.08.23

Ketua Ketua Indonesian Feminist Lawyers  Club (IFLC) Nur Setia Alam. (foto: sugawa.id)

 

 

Sugawa.id – Indonesian Feminist Lawyers Club (IFLC) mendukung upaya Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa yang mencanangkan dalam rekrutan baru prajurit TNI- AD sudah tak boleh ada lagi tes atau pemeriksaan keperawanan bagi calon prajurit perempuan.

“Kalau sudah seperti itu sangat bagus, berarti Pak Kasad sudah punya perspektif kesetaraan gender, hal sepert ini perlu kita dukung,” ujar Ketua Ketua Indonesian Feminist Lawyers  Club (IFLC) Nur Setia Alam, Jumat (13/8/2021).

Nur berharap apa langkah yang dilakukan oleh Jenderal TNI Andika Perkasa ini dapat diikuti oleh institusi lainnya seperti Polri. “Harusnya kesetaraan gender seperti ini juga diberlakukan di institusi Polri,” kata perempuan yang menjabat sebagai Humas Peradi ini.   

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan tes keperawanan di lembaganya sudah dihapuskan. 

“Sudah sejak Mei lalu, mulai diterapkan dalam seleksi penerimaan Bintara di setiap Kodam,” kata Andika usai meninjau dan berbincang dengan prajurit TNI- AD dan US Army peserta Latihan Bersama Garuda Shield di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Amborawang, Samboja, 40 km utara Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (13/8/2021).

Andika menyatakan penghapusan tes keperawanan tidak hanya bagi calon prajurit, tapi juga sudah tidak diberlakukan lagi untuk calon istri dari prajurit pria yang mengajukan izin menikah.

Andika juga menegaskan peniadaan aturan pemeriksaan genital atau kelamin, khususnya bagian dalam dari vagina dan servix (rahim) adalah bagian dari perubahan untuk kemajuan yang diterapkan Angkatan Darat. 

Dalam kesempatan lain, Andika menyebutkan, tes tersebut dianggap tidak lagi memiliki relevansi terhadap tujuan pendidikan militer. (wib)


Share :