FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

IDI Khawatirkan Demo Tolak UU Cipta Kerja Potensi Sebarkan Covid 19

Demo Covid ok

Sejumlah pendemo sedang menjalani rapid test. (sugawa.id) 

Sugawa.id – Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengkhawatirkan demonstrasi yang terjadi beberapa hari belakangan akan menjadi salah satu faktor penularan yang potensial Covid 19.

“Peristiwa tersebut mempertemukan ribuan orang, bahkan puluhan ribu orang yang sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik, namun juga tidak mengenakan masker. Berbagai seruan nyanyian maupun teriakan dari peserta demonstrasi tersebut tentu mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama COVID-19,” ujar Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr M. Adib Khumaidi, SpOT, Jumat (8/10/2020).

Dia menambahkan banyaknya kemungkinan peserta demonstrasi yang datang dari kota atau wilayah berbeda, jika ada yang terinfeksi, maka mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke komunitasnya.

“Itu yang membuat sebuah peristiwa, terutama demonstrasi berisiko lebih tinggi daripada aktivitas lain. Kekhawatiran kami sebagai tenaga kesehatan, akan terjadi lonjakan masif yang akan terlihat dalam waktu 1-2 minggu mendatang,” katanya.

Lebih lanjut, Adib mengatakan bahwa pihaknya hanya mengungkapkan kekhawatiran dari sisi medis dan berdasarkan sains. Apalagi hingga saat ini lonjakan pasien virus corona, terutama Orang Tanpa Gejala (OTG) dan yang mengabaikan perilaku protokol kesehatan di berbagai daerah cenderung meningkat. Klaster-klaster baru penularan COVID-19 juga masih bermunculan dalam beberapa minggu terakhir, karena sejumlah wilayah di Indonesia mulai melepas PSBB dan membuka wilayahnya kembali untuk pendatang.

Seperti diberitakan Suawa.id, Kamis (8/10/2020), Polri telah melaporkan bahwa dalam demo penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja, sedikitnya ada 47 pendemo yang dinyatakan reaktif terhadap virus corona atau Covid-19.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa dari data terbaru, untuk pedemo di wilayah hukum Polda Metro Jaya saat ini ada 34 orang yang dinyatakan reaktif virus corona. Sementara untuk wilayah hukum Polda Jawa Barat (Jabar)ada 13 orang yang dinyatakan reaktif. “Perkembangan terbaru yang ada, sebanyak 34 demonstran di DKI reaktif dan sudah dilarikan ke Wisma Atlit untuk dapat penanganan. Sedangkan di Jabar ada 13 orang yang dinyatakan reaktif,” kata Argo. (wib)

Share :