FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Gerindra Bilang Tak Ada Aturan Dilanggar Firli, Beri Waktu Bekerja

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (kanan). (Foto: kpk.go.id)

 

Sugawa.id- Rangkap jabatan yang diemban Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang sampai saat ini masih aktif di Polri, menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Gerindra tidak mempermasalahkan status Firli tersebut. Sebab, tidak ada aturan perundang-undangan yang dilanggar. Baik Undang-Undang (UU) KPK maupun UU Polri atau aturan di bawahnya.

Bahkan, lanjut juru bicara Partai Gerindra tersebut, dari segi etika juga tidak ada masalah. Ini, lanjutnya karena tidak ada konflik kepentingan di sana. ’’Yang ada justru kesamaan kepentingan antara institusi Polri dan KPK, sama-sama memberantas korupsi,’’ ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/12/2019).

Dijelaskan Sufmi, Gerindra memandang status Firli yang Polri aktif bisa mempermudah gerak dalam mewujudkan kerja sama yang baik antara KPK dan Polri. ’’Secara psikologis akan mudah terwujud sinergi antara kedua institusi tersebut karena tidak akan ada kecurigaan satu sama lain. Kami harap semua pihak bisa memandang status tersebut dari sudut yang positif. Kami beri waktu kepada Pak Firli untuk bekerja maksimal berantas korupsi,’’ terangnya.

Senada juga diungkapkan Pengamat Komunikasi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing yang dihubungi wartawan secara terpisah. Emrus mengatakan, Firli sudah melalui proses yang panjang. Mulai panitia seleksi hingga uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI. “Proses tersebut sudah dilalui dengan baik Kita tak perlu menambah persyaratan yang baru lagi karena di dalam undang-undang tidak mempermasalahkan rangkap jabatan, “ kata Emrus.

Baiknya, lanjut Emrus, mendukung kinerja yang digawangi Ketua KPK Firli. “Saat ini kita menunggu dan menanti sistim yang dibangun oleh Firli dalan pencegahan korupsi. Kita tahu bahwa Firlu sudah lama bertugas di KPK. Jadi sudah tahu ke mana arah yang lebih demi kepenting bangsa dan negara, “ujarnya.

Sedangkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan dua jabatan sekaligus yang diembankan kepada anggotanya. “Saya kira tidak ada masalah. Itu kewenangan dari pihak kepolisian dalam memberikan amanah job untuk anggotanya,” kata Argo.(cok)

Share :