FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Gerak Cepat Kapolri dalam Mengusut Perbudakan ABK WNI Tuai Apresiasi

WhatsApp Image 2020-05-11 at 08.51.02

GERAK CEPAT: Satgas TPPO Bareskrim Polri sedang memeriksa saksi 14 crew ABK kapal Longxin 629 yg larung 3 jenajah WNI & dugaan perlakuan eksploitasi TPPO terhadap crew kapal. (Humas Mabes Polri For Sugawa.id)

 

 

Sugawa.id – Ketegasan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk segera gerak cepat mengusut kasus dugaan perbudakan yang dialami oleh ABK Warga Negara Indonesia (WNI) saat bekerja di Kapal China, menuai apresiasi.

Apresiasi itu diberikan oleh tim kuasa hukum 14 ABK WNI tersebut yang tergabung dalam DNT Lawyers.

Salah satu Kuasa Hukum ABK Kapal Long Xing 629 Pahrur Dalimunthe, menjelaskan, apresiasi itu diberikan lantaran Polri dengan cepat berinisiatif melakukan pemeriksaan dengan cepat kepada ABK tersebut guna mengusut tuntas perkara itu.

“Tim penasehat hukum mengapresiasi kerja keras penyidik yang secara marathon melakukan pemeriksaan dan pengungkapan kasus ini,” kata Pahrur dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (11/5/2020).

Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan atensi terkait perkara ini. Sebab itu, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melalui Satgas TPPO langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan sesaat 14 ABK itu tiba di Indonesia.

Pemeriksaan itu dilakukan tetap mengutamakan standar protokol kesehatan yan berlaku terkait dengan penanganan Covid-19.

Dengan adanya gerak cepat dari Polri itu, Pahrur berharap, aparat dapat dengan cepat mengungkap seluruh pihak yang diduga paling bertanggungjawab atas terjadinya dugaan perbudakan oleh ABK WNI tersebut.

“Kami berharap agar para pelaku segera ditangkap dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Pahrur.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, penyidik berusaha mempercepat upaya pemeriksaan terhadap 14 ABK yang kini sudah dipulangkan ke Indonesia.

Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi Polri untuk mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang dalam kasus itu.

“Tidak menunggu (masa karantina 14 hari) tapi kami akan lakukan percepatan, apakah pemeriksaan (secara) virtual atau (penyidik) datang menggunakan APD (ke lokasi karantina) karena (para ABK) masih dikarantina,” ucap Sambo

Lebih jauh Sambo mengatakan, Satgas TPPO Bareskrim akan mulai melakukan penyelidikan terkait proses pemberangkatan ABK tersebut. Keterangan tersebut sangat sesuai dengan kinerja penyidik di lapangan yang bekerja secara terus menerus sejak tanggal 8 Mei 2020.

Disisi lain, tim kuasa hukum menilai bahwa sejak pemberitaan mengenai dugaan perbudakan menjadi trending di berbagai pemberitaan internasional, Pemerintah Indonesia telah bergerak cepat untuk melakukan pendampingan, pemulangan dan membentuk tim untuk investigasi mendalam terhadap kasus ini.

Rapat tingkat menteri telah dilaksanakan beberapa kali dengan penyampaian kebijakan ke publik antara lain, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membentuk tim investigasi untuk menyelidiki proses penempatan ABK yang diduga dieksploitasi
di atas Kapal Long Xing 629.

Lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengupayakan pekerjaan tetap
untuk 14 ABK, Kementerian Luar Negeri akan meminta tanggung jawab dari pihak-pihak terkait, seperti agensi.

“Diharapkan semua kebijakan ini memiliki dampak positif bagi para ABK yang sudah lebih dari setahun ini mengalami eksploitasi. Realisasi kebijakan harus segera dilaksanakan sehingga setidaknya bisa mengobati luka psikis para korban,” imbuh Pahrur mengakhiri. (cok)

Share :