FOKUS :

Hari Bhayangkara ke-74, Tantangan Polri Berbenah di Tengah Pandemi Covid-19 

Hari Bhayangkara ke-74 yang jatuh pada 1 Juli 2020, harus diperingati di tengah situasi pandemi Covid-19 atau virus corona. (foto:...

1-min

Djoko Tjandra Resmi Jadi Napi, Polri Selidiki Aliran Dana dalam Kasus Surat Jalan

konpres Djoko Tjandra ok

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit memberi keterangan pers terkait kasus Djoko Tjandra. (Ucok/Sugawa.id)

Sugawa.id – Badan Resese Kriminal (Bareskrim) dan Divisi Propam Polri Bareskrim juga tengah menyelidiki keterlibatan pihak-pihak lain di luar institusi Polri dalam kasus pelarian Djoko Tjandra. Dan untuk mendalami dugaan tindak pidana, Polri telah membentuk tim khusus beranggotakan tiga direktorat di Bareskrim dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

“Kami masih akan melakukan penyelidikan terkait aliran dana dari Djoko Tjandra terkait keluarnya surat jalan dan rekomendasi dari oknum Mabes Polri. Karena itu Djoko Tjandra akan ditempatkan di Rutam Cabang Salemba Mabes Polri untuk memudahkan pemeriksaan,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit di sela-sela acara penyerahan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cassie) Bank Bali Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung, Jumat (31/7/2020) malam.

Mantan Ajudan Jokowi ini menyatakan pihaknya juga masih menyelidiki tentang adanya pihak-pihak lain yang membantu proses keluarnya “surat sakti” yang membantu Djoko Tjandra keluar masuk Indonesia dalam masa pelariannya. “Masih kami dalami,” katanya.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Ali Mukartono menyatakan Kejaksaan Agung mengapresiasi apa yang dilakukan Mabes Polri yang telah berhasil menangkap terpidana Djoko Tjandra dari hari ini pihaknya telah menerima pelimpahan dari Mabes Polri. “Setelah kami menerima terpidana, kami melakukan eksekusi dan pasca eksekusi ini selesailah tugas kami karena selanjutnya Djoko Tjandra menjadi warga binaan Dirjen Lapas,” kata Ali.

Sementara Dirjen Pemasyarakatan Reinhard Silitonga menyatakan sejak Jumat (31/7/2020) malam secara resmi Djoko Tjandra menjadi warga binaan dan terkait dengan keperluan investigasi yang dilakukan Mabes Polri maka Djoko Tjandra akan ditempatkan di Rutan Salemba cabang Mabes Polri.

Sebelumnya seperti diberitakan buronan kasus pengalihan hak tagih (cassie) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra yang telah menghindari hukuman selama 11 tahun, akhirnya ditangkap Bareskrim Mabes Polri di Malaysia, Kamis (30/7/2020). Penangkapan tersebut menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo untuk segera menangkap buronan yang menyebabkan 3 jenderal di Mabes Polri dicopot dari jabatannya ini. Bahkan Brigjen PU, telah ditahan dan tetapkan menjadi tersangka dalam kasus surat jalan Djoko Tjandra dan dinyatakan ikut serta dalam upaya membantu pelarian kasus Cassie Bank Bali tersebut. (cok)

Share :