FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Dirlantas Polda DIY Perketat Pemeriksaan di tiga Jalur Perbatasan, Cegah Penyebaran Virus Corona dan Larangan Mudik

WhatsApp Image 2020-04-23 at 23.16.30

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasetya (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Dirlantas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama unsur TNI dan instansi terkait melakukan pemeriksaan secara ketat di tiga jalur perbatasan untuk masuk ke wilayah tersebut. Pemeriksaan itu untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 dan larangan Mudik yang mulai berlaku 24 April 2020.

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasetya mengatakan pihaknya telah mendirikan beberapa posko pengamanan bersama unsur TNI dan Dinas Perhubungan serta instansi terkait untuk mencegah penyebaran virus corona. ”Kami sudah siapkan Check Point di perbatasan bersama Dishub dan personil lain,” kata I Made Agus Prasetya kepada sugawa.co.id, Kamis (23/4/2020)

Mantan Wadirlantas Polda Metro Jaya ini mengatakan mengatakan operasi ini dinamakan Ops Ketupat Progo 2020. “ Operasi Ketupat ini polisi bekerjasama dengn unsur TNI dan Dinas Perhubungan untuk melakukan pemeriksaan bagi para pemudik agar penyebaran virus corona bisa diminimalisir,”ujarnya

Jika dalam pemeriksaan itu, lanjutnya, ditemukan kendaraan luar daerah terutama kendaraan yang membawa penumpang yang berasal dari zona merah petugas gabungan tersebut tak segan-segan untuk menyuruh mereka kembali.

“Kita mengedepankan tindakan persuasif dan humanis saat melakukan pemeriksaan kendaraan setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Yogyakarta. Kita preemtif dengan memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat,”ungkapnya.

Petugas akan memeriksa barang dan identitas setiap penumpang yang di kendaraan tersebut, mulai dari KTP dan kesehatannya. Jika hasil pemeriksaan bagus maka pendatang bisa langsung melakukan isolasi mandiri di rumah.

Namun demikian, apabila hasil pemeriksaan memiliki indikasi terinfeksi COVID-19 maka akan ada penanganan khusus agar tidak terjadi penularan. ”Kita tidak bisa meminta kendaraan putar balik. Selain itu, kendaraan seperti angkutan logistik dan angkutan barang tetap bisa masuk,” kata dia.

Ada pun tiga titik perbatasan sebagai lokasi pelaksanaan pemeriksaan yakni Jalan Solo (sekitar wilayah Prambanan), Jalan Magelang (sekitar wilayah Tempel), dan wilayah Kulon Progo (sekitar wilayah Congot). ”Kami sudah operasi dua minggu ini mulai yang di Tempel. Kalau yang Kulon Progo baru satu pekan,” ungkapnya.

Dua titik ruas jalan yakni pintu masuk terowongan Daendels dan jalur alternatif Tempel-Cangkringan akan ditutup dan diarahkan ke tiga titik perbatasan tersebut.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan DIY Tavip Agus Rayanto mengatakan penerapan sanksi dan denda bagi kendaraan yang akan masuk hanya dapat diberlakukan oleh daerah yang telah menyandang status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hingga saat ini, Pemda DIY masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengaturan mudik yang akan dijadikan pedoman pengaturan kendaraan yang masuk dari luar daerah. ”Kita masih menunggu Keppres tersebut, kita lihat nantinya apakah hanya berisi peraturan tentang wilayah PSBB ataukah juga termasuk yang non-PSBB,” kata dia.

Apabila poin yang mengatur kendaraan nantinya tidak tercantum dalam Keppres, menurut dia, DIY akan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 18 Tahun 2020. ”Misalnya mobil yang ‘seat’ 5 itu hanya boleh diisi dua orang kami akan mengecek. Kalau itu ternyata dilanggar ya kami akan memberikan edukasi kepada mereka baik dalam bentuk melaksanakan ‘physical distancing’ atau dalam bentuk tindakan preventif lainnya,” kata dia.

Tavip mengatakan selama sepekan terakhir, tercatat sebanyak 81.000 pendatang yang masuk wilayah DIY melalui kereta api (KA), pesawat, dan bus. “Ini belum termasuk yang menggunakan kendaraan pribadi,” pungkasnya. (cok)

Share :