FOKUS :

Antara Taman Nasional Bukit Baka, Puruk Mokorajak, dan Tjilik Riwut

Rapat koordinasi Dayak International Organization (DIO) dan Majelis Hakim Adat Dayak Nasional (MHADN) di Telang Usan Hotel, Kuching, Negara Bagian...

Banner Atas

Dirjen Imigrasi Dicopot, Yasonna Tunjuk Jhoni Ginting jadi Plh

Yasonna_Laoly

Menkumham Yasonna H Laoly. Dok Foto : Wikipedia

 

Sugawa.id – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly menunjuk Irjen Kemenkumham Jhoni Ginting sebagai Plh Dirjen Imigrasi pasca pencopotan Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie.

“Plh Irjen (Jhoni Ginting -Red), dirsisdik kemigrasian juga (di-plh-kan) karena dia turut sangat menentukan kenapa sistem (IT di Ditjen Imigrasi Kemenkumham -Red) tidak berjalan dengan baik, mereka bertanggung jawab soal itu,” kata Yasonna, Selasa (28/1/2020).

Yasonna mencopot Ronny F Sompie dari jabatan Dirjen Imigrasi agar memudahkan penyidik memeriksa dugaan keterlambatan informasi kepulangan buron kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yakni politisi PDI-P Harun Masiku. “Supaya independen, jangan terjadi conflict of interest. Saya sudah memfungsionalkan Dirjen Imigrasi dan Direktur Sisdiknya. Direktur Sistem Informasi Keimigrasian,” ujar Yasonna

Pencopotan Ronny sendiri dilakukan setelah yang bersangkutan mengakui bahwa politikus PDI-P Harun Masiku telah berada di Jakarta sejak 7 Januari 2020 menggunakan pesawat Batik Air. Saat itu Ronny beralasan terjadi “delay time” di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta yang mengalami gangguan perangkat Informasi Teknologi (IT) sehingga pihaknya baru mengetahui bahwa Harun sudah masuk ke Indonesia tanggal 7 Januari 2020.

Yasonna berharap tim independen bisa bekerja dengan baik dan betul-betul terbuka dalam melacak mengapa terjadi ‘delay’, mengapa data itu tersimpan di PC terminal 2 dan bukan di terminal sehingga kemudian bermasalah. Yasonna mengaku ada kejanggalan dalam sistem tersebut.

“Ada yang janggal, maka saya bilang kalau tim saya (yang periksa -Red) nanti orang tidak percaya, maka saya katakan tim ‘cyber crime’ Polri, tim Kemenkominfo, tim BSSN, dan Ombudsman memeriksa kemungkinan adanya sesuatu yang tidak benar di situ supaya independen,” kata Yasonna. (cok)

Share :