FOKUS :

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Harus Jalan

Rapat kerjasama rencana UKW dan ToT antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga UKW UPDM. (Foto: Ist)    ...

BACK_BANNER_DOG

Densus 88 Tangkap Dua Pentolan Teroris Jamaah Islamiyah

Argo Teror JI ok

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono barang bukti senjata teroris JI. (sugawa.id)

Sugawa.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan sebanyak 23 terduga teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di 8 lokasi yakni di Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pringsewu, Metro, Jambi, Riau dan Palembang. Dua dari 23 orang yang ditangkap merupakan Panglima Askari JI yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnain alias Arif Sunarso.

“Ada 23 orang yang diamankan dari delapan lokasi penangkapan di Sumatera. Dua di antaranya merupakan terduga terorisme yang merupakan petinggi dari Jamaah Islamiah yakni Upik Lawanga dan Zulkarnain,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jumat (18/12/2020).

Dikatakan, awalnya 21 orang tersangka teroris ditangkap di Lampung ada delapan lokasi, kemudian dari 21 itu kami temukan DPO yaitu tersangka yang atas nama Upik dengan Zulkarnain. Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menerbangkan 23 tahanan kasus terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Lampung ke Jakarta pada Rabu 16 Desember 2020.

Selain menangkap para tersangka, Densus 88 juga Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga berhasil mengungkap adanya bunker di rumah Upik Lawanga di Lampung yang digunakan untuk bersembunyi dan menyimpan senjata-senjata rakitan buatannya. “Barang bukti yang disita dari rumah Upik ini ada senjata rakitan dan bunker,” kata Argo.

Di sisi lain, Argo juga menyebut bahwa, Upik Lawanga mendapat pesanan dari pimpinan kelompok tersebut untuk membuat senjata api rakitan sejak bulan Agustus 2020. “Tersangka Upik ini bulan Agustus 2020 sudah dipesan untuk membuat senjata api rakitan ini. Ada pesanan dari pimpinannya, mulai Agustus 2020 silakan membuat senjata. Masalah digunakan kapan belum tahu. Yang bersangkutan sudah menyiapkan, ada perintah untuk membuat senjata,” papar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Upik Lawanga merupakan anggota JI yang menjadi dalang dari beberapa teror bom seperti bom Tentena, bom GOR Poso, Bom Pasar Sentral dan rangkaian Tindakan teror lainnya pada tahun 2004 hingga tahun 2006. Sedangkan Zukarnain merupakan DPO Polri dalam kasus teror bom Bali I yang terjadi di tahun 2001. Ia juga memiliki kemampuan merakit bom high explosive, senjata api, dan kemampuan militer dalam melakukan tindakan terror. Sedangkan 21 lainnya yang diamankan di Lampung memiliki perannya masing-masing.(elo)

Share :