FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Bongkar Kasus Aborsi Illegal, Dirkrimsus Dapat Penghargaan Komnas Pelindungan Anak

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan (kanan) menerima penghargaan dari Ketua Komnas Perlindungan Anak Aries Merdeka Sirait. (Ucok/sugawa.id)

 

Sugawa.id –Komisi Nasional Perlindungan Anak memberi penghargaan kepada Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya dan 17 Penyidik terkait dengan pengungkapan kasus aborsi di Klinik Aborsi Paseban Jalan Paseban Raya No 61, Senen, Jakpus. Penghargaan ini diberikan langsung Ketua Komnas Perlindungan Anak Aries Merdeka Sirait kepada Dirkrimsus Kombes Iwan Kurniawan.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan, Kamis (12/3/2020) menyatakan ras terima kasih atas penghargaan yang diberikanan Komnas Perlindungan Anak kepada jajarannya. “Mudah-mudahan ini menjadi tambahan semangat dari anggota Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk meningkatkan kinerja dalam mengungkap perkara-perkara aborsi ilegal demi kepentingan masyarakat,” kata Iwan.

Dia mengungkapkan jaringan aborsi “bawah tanah” ini merupakan jarngin yang perlu diperangi secara serius karena merupakan kejahatan kemanusiaan, terutama kepada anak-anak. “Dalam kasus ini ada 900 bayi yang kehilangan hak hidup dan kalau kasus ini tidak terbongkar akan ada 700 lagi janin yang akan dirampas hak hidupnya.

“Kami memang selalu berupaya membongkar kasus-kasus serupa sebelumnya, namun yang diungkap kemarin memang cukup besar karena korbannya hingga 900 janin. Kami tetap akan terus melakukan upaya-upaya penegakan hokum, namun yang terpenting adalah bagaimana mengupayakan melakukan pencegahan terhadap tindakan aborsi illegal,” katanya.

Iwan berharap agar tugas ini tak hanya dibebankan pada penegak hokum, namun harus dilakukan seluruh stakeholder dalam memutus mata rantai kejahatan-kejahatan terhadap anak. “Mari kita bekerja sama demi kepentingan terbaik anak,” tambah lulusan Akpol 1994 ini.

Sebelumnya pada Februari 2020 lalu, Polda Metro Jaya membongkar praktik klinik aborsi ilegal yang dijalankan oleh dokter dan bidan yang sudah menggugurkan 903 janin. Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga tersangka yakni MM alias dokter A, bidan RM, serta SI. Praktik aborsi illegal tersebut diketahui berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya promosi klinik yang menawarkan jasa menggugurkan kandungan melalui media sosial. Dalam aksinya semua jasad janin dibuang ke dalam septic tank klinik tersebut. (cok)

Share :