FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Bareskrim Tembak Mati Pengedar Narkoba Sindikat Nigeria

Dua anggota pengedar narkoba jaringan internasional yang ditangkap Bareskrim Polri. (sugawa.id)

Sugawa.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu jaringan internasional sindikat Nigeria – Indonesia.  Selain itu polisi juga mengungkap jaringan narkoba Malaysia – Indonesia. Bahkan salah seorang pelaku terpaksa ditembak mati.

Direktur Tindak Pidana (Dir Tipid) Narkoba Brigjen Krisno Holomoan Siregar mengungkapkan bahwa, dalam kasus ini jajarannya menangkap dua orang tersangka yakni, EF (26) dan SZ (23). Bahkan, untuk tersangka SZ harus ditembak mati lantaran melakukan upaya pelarian diri.

“Dengan bantuan Satlantas Polres Bandara, mobil yang ditumpangi tersangka dihentikan. Keduanya sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil kami amankan,” kata Krisno, Rabu (7/10/2020).

Menurut Krisno, para tersangka mengedarkan narkoba asal Nigeria yang diselundupkan melalui pengiriman Cargo di Bandara Soekarno Hatta. Awal mula penyelundupan itu diketahui setelah paket terdeteksi oleh Bea Cukai dan terbukti berisi sabu. Kemudian, seorang berinisial A berencana melakukan pengurusan pengambilan paket, namun paket akhirnya diambil tersangka EF dan SZ.

Saat dilakukan penangkapan, kata Krisno, ditemukan barang bukti dua dus besar berisi sabu 12 kg. Sabu tersebut disembunyikan di dalam paket filter oli oleh para tersangka.

“Tim bersama tersangka kemudian menuju kediaman A (DPO), namum dalam perjalanan tersangka SZ melawan dan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur,” ujar Krisno. Atas perbuatannya, tersangka mereka akan dikenai Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati dan seumur hidup atau paling singkat enam tahun penjara.

Jaringan Malaysia
Selain jaringan Nigeria, Polri juga berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu jaringan internasional asal Malaysia seberat 23 Kilogram (Kg). Krisno menyebutkan, dalam pengungkapan ini pihaknya menangkap satu orang tersangka berinisial TSD alias Narji. Tersangka TSD alias Narji ditangkap di Medan dengan barang bukti sabu seberat 23 Kg yang dikemas teh China berwarna hijau. Aksi Narji dikendalikan oleh DPO bernama Pablo. Narji juga difasilitasi oleh Under_Armour (DPO) dan pembayaran dilakukan oleh inisial Kakuzu yang masih buron.

Menurut Krisno, Narji diketahui telah menjadi anggota sindikat narkotika oleh JN yang masih DPO saat masih menjadi anggota gang motor. “Narji sempat ikut balapan liar. Terkait akomodasi yang bersangkutan semuanya telah dipesan oleh Pablo. Ia mengaku sudah lima kali mengirim barang,” ujar Krisno.

Aksi pertama pelaku menjadi kurir dengan mengambil 19 Kg sabu dari Pekanbaru dan dikirim ke Surabaya, pada Juli 2020. Pelaku pun turut mengirimkan sabu sebanyak 65 Kg dari Medan ke Surabaya dan Pekanbaru ke Banjarmasin. “Lalu awal September, tersangka mengambil sabu di Medan sebanyak 40 Kg yang rencananya dibawa ke Surabaya dengan upah yang dijanjikan sebesar Rp100 juta,” ucap Krisno.

Adapun pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau paling singkat enam tahun dan maksimal 20 tahun. (elo)

Share :