FOKUS :

Darurat Stok Darah, PMI Gelar Gebyar Pekan Kemanusiaan

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Gebyar Pekan Kemanusiaan Banten Berdonor. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Banten memasuki...

BACK_BANNER_DOG

Bareskrim Polri Gunakan Scientific Crime Investigation di Kasus Tewasnya 6 Anggota FPI

listyo

Kabareskrim Polri Konjen Listyo Sigit (sugawa.id)

Sugawa.id – Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa pihaknya menggunakan Scientific Crime Investigation dalam mengungkap kasus tertembaknya 6 orang anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek dan Bareskrim akan melakukan penyidikan secara profesionalisme dan transparan.

“Terkait hal tersebut untuk menjaga profesionalisme dan transparansi penyidika

Sugawa.id – Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa pihaknya menggunakan Scientific Crime Investigation dalam mengungkap kasus tertembaknya 6 orang anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek dan Bareskrim akan melakukan penyidikan secara profesionalisme dan transparan.

n, maka penyidikan dilakukan secara Scientific Crime Investigation dengan libatkan pengawas internal Propam Mabes Polri,” ujar Listyo.

Dia menyatakan Bareskrim Polri juga membuka ruang ke pihak eksternal untuk memberikan masukan dan saran terkait dengan penyidikan kasus penembakan terhadap enam Laskar FPI akibat melawan petugas di Tol Jakarta-Cikampek. Bareskrim juga membuka Hotline atau saluran komunikasi siaga bagi warga yang memiliki informasi terkait dengan kasus tersebut.

“Kami buka ruang dan berikan kesempatan dari eksternal untuk memberikan masukan dalam rangka melengkapi penyidikan yang kami lakukan,” kata eks Kapolda Banten ini.
Listyo menambahkan, penyidikan kasus penembakan ini akan berjalan secara terbuka dan profesinalisme. Sebab itu, Listyo memastikan, pihaknya akan selalu memberikan keterangan apabila adanya perkembangan dalam pengusutan perkara itu. “Untuk perkembangan penyidikan selanjutnya kami sampaikan ke rekan-rekan dalam progres kami dan segera kami rilis untuk transparansi dan memberikan gambaran. Kami laksanakan kegiatan secara profesional, transparan dan objektif,” ucap Listyo.

Untuk hasil penyidikan sementara, ditemukan fakta bahwa adanya penggunaan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) di kasus penembakan laskar FPI yang melawan petugas. Salah satu bukti adalah ditemukannya jelaga di tangan pelaku terkait dengan penyidikan kasus tersebut. Jelaga artinya butiran arang halus dan lunak berwarna hitam yang keluar dari letusan senjata.

“Hasil penyidikan sementara kami peroleh fakta ditemukan senpi dan sajam, titik api ditemukan penggunaaan senpi dengan didapatknya jelaga di tangan pelaku. Juga ditemukan adanya kerusakan mobil petugas,” kata Listyo. (wib)

Share :