FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Bareskrim Periksa 19 Saksi Terkait Kebakaran Gedung Kejagung

LSP1

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (sugawa.id)

Sugawa.id – Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat untuk menginstruksikan jajarannya menyelidiki dan mengusut penyebab terjadinya kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Saat ini Bareskrim telah melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi yang dianggap mengetahui seputar peristiwa kebakaran di markas Korps Adhyaksa tersebut.

“Ada 19 orang diperiksa sebagai saksi,” kata Listyo, Senin (24/8/2020).

Saksi-saksi yang diperiksa itu di antaranya berasal dari pihak keamanan atau Pamdal di Gedung Kejagung, tukang, dan pihak Kejagung. Selain memeriksa saksi, Listyo menyatakan bahwa pihaknya juga telah mengerahkan tim Puslabfor Polri untuk mencari tahu apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Penyelidikan penyebab kebakaran ini sendiri akan berjalan secara profesional dan transparan. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi dan ikut mengawasi proses pengungkapan penyebab amuk si jago merah tersebut.

“Telah dibentuk posko bersama dalam rangka mengusut dan menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran, mulai dari mengumpulkan dan memeriksa saksi-saksi dan menurunkan tim dari puslabfor untuk mendalami penyebab terjadinya kebakaran, semoga bisa cepat terungkap,” papar Listyo.

Sementara Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebelumnya menyatakan bahwa telah membentuk posko bersama yang dikomandoi oleh Kabareskrim Polri dan Jampidum. Pembentukan posko bersama itu bertujuan untuk menyelidiki penyebab dari kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung pada Sabtu 22 Agustus 2020 malam.

Mahfud MD meminta masyarakat tidak berspekulasi terlalu jauh terkait penyebab kebakaran besar yang melanda Gedung Kejaksaan Agung. Ia meminta masyarakat menunggu proses terkait penanganan dan perkembangan kasus kebakaran. “Pemerintah tidak membuat dugaan yang mengaitkan dengan kasus-kasus tertentu karena itu kan sifatnya spekulatif. Oleh sebab itu, ditunggu saja prosesnya,” katanya. (cok)

Share :