FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Adaptasi Perubahan, 15,3 Juta UMKM Telah Bertransformasi ke Dunia Digital

WhatsApp Image 2021-09-06 at 11.57.58

Webinar bertajuk “UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi”, berlangsung di Hotel Aston Priority Simatupang & Conference Center Jakarta yang digelar oleh indoposco. (foto: indoposco)

 

Sugawa.id – Pemerintah konsisten untuk memajukan dan menjadikan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air memperluas pasar. Karenanya dapat memanfaatkan peluang itu dengan transformasi digital.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengatakan, digitalisasi merupakan bagian penting dari program transformasi UMKM.

“Mereka bisa bertransformasi dari offline ke digital, mereka bisa melakukan adaptasi dan inovasi produk terhadap situasi market yang baru,” katanya saat menjadi pembicara kunci pada webinar bertajuk “UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi”, yang diselenggarakan INDOPOSCO, di Hotel Aston Priority Simatupang & Conference Center Jakarta, Senin (6/9/2021).

 

Ia mengungkap, jumlah UMKM yang masuk platform digital terus bertambah. Berdasarkan data dari Indonesian E-Commerce Association (idEA) telah mencapai 15,3 juta pelaku usaha bergabung ke ekosistem digital.

“Jumlah UMKM yang terhubung ke platform digital sudah 23,9 persen atau 15,3 (red) juta. Itu data IDEA bulan Agustus 2021,” ungkap Teten Masduki.

Angka tersebut meningkat signifikan selama masa pandemi Covid-19. Berbeda dengan sebelumnya itu jumlah hanya 8 juta UMKM terhubung ke platform digital.

“Artinya selama 10 tahun hanya 8 juta. Dalam waktu 1,5 tahun dari 13 persen naik menjadi 23,9 persen. Jadi hampir 11 persen kenaikannya,” beber Teten Masduki.

Ia menambahkan, perkembangan UMKM itu tak terlepas dari perubahan kehidupan masyarakat yang sudah diberikan kemudahan akibat pesatnya teknologi informasi.

“Itu kehebatan UMKM bisa melakukan adaptasi dengan situasi baru. Juga melakukan transformasi digital. Karena memang ini didorong oleh masyarakat yang tak bisa lagi belanja secara offline,” tandasnya.

Direktur Utama INDOPOSCO Syarif Hidayatullah menyebut, peran UMKM sangat besar dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kendati demikian, pemangku kepentingan tidak boleh mudah puas dengan capaian yang ada.

“Masih banyak peluang dan potensi yang masih bisa ditingkatkan. Dengan tingginya perhatian pemerintah terhadap sektor UMKM, terbukti bahwa UMKM tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Syarif Hidayatullah.

Turut hadir narasumber lain, antara lain Anggota DPR RI Komisi VI, Melani Leimena Suharli; Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Kepala Pimpinan Wilayah Jakarta 1 Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Pegadaian, Mulyono; Ketua Umum OK OCE, Iim Rusyamsi; dan Chief Executive Officer (CEO) Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Ittifaq, Setia Irawan UMKM.

Webinar ini terselenggara berkat kerja sam dengan Pegadaian Jakarta 1 Kantor Wilayah (Kanwil) VIII, Bank Mandiri Taspen dan Bank DKI. (dan)

Share :