FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

8 Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Ferdy Sambo Kompas

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo (Kompas)

Sugawa.id – Bareskrim Polri menetapkan delapan orang tersangka kebakara Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Sabtu 22 Agustus 2020 yang lalu. Para tersangka dijerat pasal 188, 55 dan 56 KUHP dengan ancman hukuman lima tahun penjara.

Kedelapan orang tersangka itu adalah lima orang tukang yakni T, H, S, K, IS, mandor berinisial UAM, Direktur PT APM berinisial R, dan pejabat pembuat komitmen Kejaksaan Agung yakni NH.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menyatakan pihaknya melakukan penetapan tersangka ini setelah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan selama 63 hari, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap 64 orang saksi. Polisi menemukan asal titik api ada di lantai 6 Aula Kepegawaian Kejaksaan Agung, hal itu dipastikan setelah berkoordinasi dengan ahli kebakaran dari IPB dan melihat foto citra satelit. “Hanya ada satu titik api di lantai 6,” kata Ferdy kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jumat (23/10/2020).

Dikatakan pada Sabtu 22 Agustus 2020 itu, di aula Kepegawaian Kejaksaan Agung tersebut ada lima orang tukang yang tengah melakukan pekerjaan. Ternyata mereka merokok di ruangan itu. Padahal, mereka melakukan pengerjaan yang menggunakan barang-barang yang mudah terbakar, seperti tiner, lem aibon, dan beberapa bahan yang mudah terbakar lainnya.

“Sehingga penyidik menyimpulkan kebakaran karena kelalaian dari lima tukang yang bekerja di ruangan aula lantai 6 tesebut, harusnya tidak merokok karena tahu itu bahan yang mudah terbakar,” papar Sambo.

Sebelumnya memang penyidik menyimpulkan bahwa kebakaran hebat yang melahap hampir semua Gedung Utama Kejagung itu bukan karena hubungan arus pendek atau korsleting listrik, melainkan akibat dari nyala api terbuka.

Api berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian. Kemudian api dengan cepat menjalar ke ruang lain, lantaran diduga terdapat akseleran berupa ACP pada lapisan luar gedung dan cairan minyak lobi yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gypsum, lantai parkit, panel HPL, dan bahan mudah terbakar lainnya.(elo)

Share :