SUGAWA.ID – Indikasi terlibatnya Hendi Prio Santoso dalam kasus dugaan korupsi komoditas emas yang tengah didalami Kejaksaan Agung (Kejagung) kian menyeruak. Terlebih disinyalir transaksi mencurigakan sebesar Rp 4,36 Triliun ke Singapura dari perusahaan yang dipimpinnya.
Disebut oleh akun Twitter @logikapolitikid bahwa ada sejumlah transaksi janggal sejak Hendi Prio Santoso menjadi direktur utama Mining Industry Indonesia (MIND ID).
Sebagai pengantar, MIND ID kini sudah berganti nama menjadi PT Mineral Industri Indonesia, tetap disingkat MIND ID.
MIND ID merupakan anak usaha BUMN, sebuah perusahaan holding di bidang pertambangan, berafiliasi dengan PT Antam, PT Bukit Asam, PT Freeport Indonesia, PT Timah, dan PT Inalum.
Di bawah MIND ID ada Mining Industry Indonesia Trading (MIND Trading) yang disingkat menjadi MIT. Perusahaan ini berkantor di Singapura, di bawah pimpinan Victor Kuo, seorang berkebangsaan Singapura.
Hendi Prio Santoso mengatur agar semua kontrak kerja yang dilakukan harus melalui MIT lebih dulu, demikian menurut @logikapolitikid. Termasuk juga kontrak kerja PT Antam, yang kini tengah diselidiki Kejagung terkait dugaan korupsi komoditas emas.
Baca Juga: Aduh, Legenda Liverpool Ini Ragukan Kemampuan Mac Allister? Ini Alasannya
Hasil Investigasi @logikapolitikid, MIND ID itu mempunyai empat rekening, yaitu:
No rekening 1020007*0957 - Bank **diri (Rupiah)
No rekening 1020010*0639 Bank **diri (Giro)
No rekening 102000**5628 - Val4s (US Dollar)
No rekening 07000**710414 - Val4s (Giro US Dollar)
“Kalau dipukul rata dari empat rekening di atas pakai perhitungan satu dolarnya Rp 14.500, saldonya kurang lebih di angka $224.802.590,39,” tulis @logikapolitik. “Balapan yok PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan-red). Audit duit MIND ID sama Pablo, berani nggak?”
Saldo terakhir 20 Maret 2023 masih ada sisa $4.049.552 atau jika dirupiahkan dengan kurs Rp 14.500 maka setara dengan Rp 60 Miliar lebih sedikit di rekening dolar. Sementara di rekening rupiah hanya ada Rp 480 jutaan. Disinyalir selama 4 Januari 2021 hingga 20 Maret 2023, MIND ID membukukan transfer keluar $5.229 miliar, dan transfer masuk $5.004.
Baca Juga: Disdik Jabar Minta Awasi Jalur Zonasi PPDB 2023, Ini Syarat Tambahan yang Wajib Dipenuhi
Dimention pula akun Twitter PPATK dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksanya. Lebih jauh disebutkan ada 15 transaksi mencurigakan terkait MIT dan Singapura.
MIT didirikan pada 2019, jika merujuk pada penjelasan di laman Linkedin, perusahaan ini memiliki karyawan antara 50-200 orang. MIT mendeskripsikan dirinya sebagai “100% anak perusahaan dan cabang perdagangan dari Mining Industry of Indonesia (MIND ID), perusahaan induk industri pertambangan Indonesia yang terdiri dari PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), dan PT Timah Tbk.”
Artikel Terkait
KPK Panggil Ayah Menpora Dito Ariotedjo, Arie Prabowo Ariotedjo, Terkait Kasus Korupsi Emas
Sidik Kasus Dugaan Korupsi Ekspor dan Impor Komoditas Emas di Ditjen Bea Cukai, Kejagung Temukan Fakta Ini
Ada 10 Perusahaan Terseret Dugaan Korupsi Komoditas Emas PT Antam, Begini Modus-Modusnya…
Inikah Nama-Nama Pemain di Balik Dugaan Korupsi Komoditas Emas PT Antam, Masih Alot untuk Diciduk?