• Kamis, 28 September 2023

Cawe Cawe Politik Jokowi, Sebuah Catatan Seorang Wartawan

- Jumat, 2 Juni 2023 | 12:29 WIB
Presiden Joko Widodo kala upacara Hari Lahir Pancasila (IG Jokowi)
Presiden Joko Widodo kala upacara Hari Lahir Pancasila (IG Jokowi)

SUGAWA.ID - Banyak politikus rombengan hingga kawakan kebakaran jenggot saat Presiden Jokowi menyatakan dirinya akan cawe cawe untuk mengawal pesta demokrasi dan Pilpres 2024 berjalan dengan baik demi bangsa dan negara.

Apa yang salah dengan cawe-cawe Jokowi? Sistem hukum di Indonesia tidak melarang seorang presiden, wakil presiden, maupun kepala daerah yang sedang menjabat, mendukung kandidat capres dan cawapres tertentu.

Larangan mendukung kandidat capres dan cawapres berlaku bagi lembaga peradilan, personel BPK, personel Bank Indonesia, personel BUMN/BUMD, pejabat negara non-struktural, ASN, TNI, Polri, dan perangkat desa.

Baca Juga: Liverpool Dikabarkan Sepakati 60 Juta Pound Untuk Daratkan Mac Allister, MU Serius Datangkan Mason Mount

Jokowi menyatakan akan cawe-cawe pada beberapa kesempatan, antara lain, saat acara pertemuan dengan para pimpinan media dan sejumlah podcaster nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/5/2023). Reaksi kekhawatiran bermunculan seketika.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan cawe-cawe bermakna ikut membantu mengerjakan (membereskan, merampungkan) dan ikut menangani.

Guru Besar Ilmu Linguistik UGM Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana sebagaimana dikutip Kompas juga menyatakan cawe-cawe memiliki makna netral karena artinya sendiri ialah ikut menangani.

Baca Juga: Rekening Bank Bisa Bobol Jika WhatsApp Dibajak, Kenali dan Begini Pencegahannya!

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan cawe-cawe yang dimaksudkan Presiden Jokowi adalah untuk memastikan Pemilu serentak 2024 berlangsung secara demokratis, jujur dan adil.

Jokowi sendiri telah menegaskan dirinya tahu persis cara berpolitik yang baik.
Istana sendiri sudah mengklarifikasi cawe-cawe Jokowi bukan seperti yang dikhawatirkan sejumlah politikus.

Salah satu politikus yang resah adalah Anies Baswedan yang mengaku menerima masukan dari berbagai pihak mengartikan cawe-cawe Jokowi sebagai penjegalan, tidak netral, mengkiriminalisasi, dan sebagainya. Walau Anies berharap hal itu tidak terjadi.

Baca Juga: Kisah 5 Koruptor Mendadak Sakit Saat Mau Diperiksa, Nomor 4 Paling Penuh Drama!

Cawe-cawe Jokowi seketika ditasirkan negatif oleh kelompok "oposisi" sebagai bentuk intervensi politik terhadap proses Pemilu 2024. Tuduhan penjegalan Capres tertentu, hingga pembegalan Partai Demokrat yang dituding Denny Indrayana, bekas anak buah SBY sebagai "cawe- cawe Jokowi".

Pendukung Anies Baswedan, selalu menilai negatif apapun yang dicetuskan Jokowi. Mereka bahkan sudah menganggap Anies sebagai presiden. Saat cawe-cawe ke berbagai daerah, Anies terkesan menikmatinya dan kerap menanyakan siapa dirinya, lalu pendukungnya selalu menjawab: Presiden!

Halaman:

Editor: Wahyu Wibisana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X