• Kamis, 28 September 2023

Miris, Korupsi Ratusan Miliar, Rafael Alun Trisambodo Cuma Gaji Pegawainya Segini

- Jumat, 2 Juni 2023 | 06:10 WIB
KPK memperkirakan nilai pencucian uang Rafael Alun Trisambodo mencapai ratusan miliar rupiah, namun dia menggaji pegawainya jauh di bawah UMR. (Ilustrasi: Sugawa.id/Lucy Indesky)
KPK memperkirakan nilai pencucian uang Rafael Alun Trisambodo mencapai ratusan miliar rupiah, namun dia menggaji pegawainya jauh di bawah UMR. (Ilustrasi: Sugawa.id/Lucy Indesky)

SUGAWA.ID – Dari aset Rafael Alun Trisambodo yang disita, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkirakan jumlah korupsi eks pejabat Ditjen Pajak itu mencapai ratusan miliar. Tapi ternyata Rafael Alun Trisambodo tega menggaji pegawainya hanya Rp 1,4 juta/bulan.

"Kira-kira mendekati Rp 100 M. Itu total dengan nilai aset propertinya," kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur ketika menjelaskan taksiran nilai aset milik Rafael Alun Trisambodo yang sudah berhasil diletahui KPK sejauh ini pada Kamis 1 Juni 2023.

Hampir seratus miliar nilai pencucian uang tersebut termasuk beberapa aset Rafael Alun Trisambodo yang sudah disita KPK. Tim penyidik saat ini masih terus menelusuri aset-aset lain milik Rafael Alun Trisambodo. Berarti nilai pencucian uang milik ayah Mario Dandy bisa ratusan miliar.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila , 76 Narapidana Terorisme Nyatakan Ikrar Setia Kepada NKRI. Ini Kata Kanwil Kem

Diasumsikan, Rafael Alun Trisambodo sudah menjalankan praktik gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejak 2011, maka ada kemungkinan asetnya mencapai ratusan miliar atau bahkan triliunan. Masih banyak aset yang belum disita KPK di sejumlah kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Manado.

KPK menduga besarnya nilai pencucian uang yang dilakukan Rafael Alun Trisambodo masih bisa bertambah seiring dengan jalannya penyidikan.

Kabar baiknya, menurut Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri tim penyidik sudah mengendus adanya aset-aset lain milik Rafael Alun Trisambodo.

Baca Juga: Puncak HUT ke-15, KAI Serahkan Penghormatan Kepada Tokoh-Tokoh yang Berjasa Pada Dunia HUkum di Tanah Air

Seperti sudah diketahui, masih banyak aset-aset Rafael Alun Trisambodo yang belum dibekukan oleh KPK. Mulai dari kendaraan roda dua, empat, hingga rumah, ruko, apartemen, yang tersebar di beberapa kota. Ada kemungkinan pula aset lain yang selama ini disembunyikan, luput dari perhatian publik.

Mirisnya, kendati asetnya bernilai ratusan miliar, ternyata Rafael Alun Trisambodo menggaji pegawainya secara semena-mena. Ini diketahui dari kesaksian Jon, pegawai yang menjaga bisnis kos-kosan keluarga Rafael Alun Trisambodo di Meruya, Jakarta Barat.

Jon, lelaki asal Nusa Tenggara Barat (NTT) sudah bekerja selama 13 tahun menjaga bisnis kos-kosan. Betapa pilu, dengan pengabdian sekian lama ternyata gaji bulanannya masih jauh di bawah UMR Jakarta.

Baca Juga: Argentina Terima Ajakan Timnas Indonesia untuk Beruji Tanding, Ini Alasan Utamanya

"Dalam sebulan kan pertamanya (digaji) Rp 900 ribu. Kemudian 2012 naik lebih besar Rp 1,4 juta," ujar Jon kepada media. Berarti selama belasan tahun bekerja pada Rafael Alun Trisambodo, Jon hanya mengalami sekali saja naik gaji.

Di samping menjaga kos-kosan 21 pintu milik Rafael Alun Trisambodo, Jon juga mengurus anjing peliharaan keluarga itu. Selain menghidupi dirinya sendiri, Jon pun harus menafkahi istri dan lima anaknya di Flores, NTT. Dapat dibayangkan betapa memprihatinkan hidup sang pegawai.

Berdasarkan kicauan akun Twitter @logikapolitikid, sudah gaji Jon kecil, masih pula sering terlambat. Bahkan sejak bulan lalu Jon belum menerima gaji dari Christofer Dhyaksa Dharma, anak Rafael Alun Trisambodo yang mengelola kos-kosan itu. Sebelumnya ada pula penjaga kos lain bernama Albert.

Halaman:

Editor: Wahyu Wibisana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X