Pencopotan Brigjen Endar Priantoro Menuai Protes Para Kasatgas, Ini Tuntutannya

- Jumat, 7 April 2023 | 18:59 WIB
Brigjen Endar Priantoro dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Penyelidikan oleh Pimpinan KPK. (twitter)
Brigjen Endar Priantoro dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Penyelidikan oleh Pimpinan KPK. (twitter)

Sugawa.id- Sikap sepihak pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencopot Brigjen Endar Priantoro sebagai Direktur Penyelidikan terus menuai protes dari berbagai elemen masyarakat.

Protes   tidak hanya datang dari pihak yang berada di luar KPK. Namun, juga datang dari internal lembaga antirasuah tersebut.

Protes pertama datang dari, Pegawai Negeri yang Dipekerjakan (PNYD) sumber Polri di KPK. Mereka meminta pencopotan Brigjen Endar dibatalkan melalui surat yang ditujukan ke Pimpinan dan Sekjen KPK Cahya Hardianto Harefa.

Baca Juga: Heboh, Soimah Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Petugas Pajak yang Bawa Debt Collector, Sri Mulyani Dibawa-bawa

Terbaru, seluruh Kasatgas Penyelidikan di Direktorat Penyelidikan KPK juga melayangkan surat berisikan protes serta menyayangkan sikap dari pimpinan KPK yang diketuai Firli Bahuri itu mencopot Brigjen Endar Priantoro.

Dalam surat tertanggal 6 April 2023 yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK RI Cahya H. Harefa tersebut, sebanyak 20 Kasatgas Penyelidikan di Direktorat Penyelidikan KPK  meminta penjelasan terkait pemberhentian dengan hormat Brigjen Pol Endar Priantoro sebagai Direktur Penyelidikan KPK.

"Kami, Kasatgas Penyelidikan, pada Direktorat Penyelidikan memohon kepada Sekretaris Jenderal KPK untuk memberikan penjelasan atas Surat Keputusan Sekjen  Nomor 152/KP.07.00/50/03/2023 tanggal 31 Maret 2023 terkait Pemberhentian Bapak Endar Priantoro  sebagai Direktur Penyelidikan," bunyi surat tersebut.

Baca Juga: Ini Harga Terbaru Komoditas di Pasar Cisalak Depok, Minggu Kedua Ramadhan

Menurut para Kasatgas Penyelidik KPK, informasi pemberhentian mendadak tersebut cukup mengganggu suasana kerja pada Direktorat Penyelidikan dalam pelaksanaan tugas penyelidikan.

"Banyaknya berita di media massa yang dapat menimbulkan renggangnya hubungan antara KPK dengan instansi Polri, di mana pada saat ini beberapa personel Polri juga bertugas sebagai penyelidik di Direktorat Penyelidikan," ujar para Kasatgas Penyelidikan dalam suratnya.*** (Sumber Rajasa Ginting)

Editor: Wahyu Wibisana

Artikel Terkait

Terkini

X