• Jumat, 29 September 2023

Penunjukan Pj Gubernur Banten Mendatang Tak Perlu Putra Daerah, Ini Kata Mantan Dirjen Otda

- Jumat, 31 Maret 2023 | 08:06 WIB
Mantan Dirjen Otda, Soni Sumarsono (Dok Pribadi)
Mantan Dirjen Otda, Soni Sumarsono (Dok Pribadi)

Sugawa.id- Adanya pernyataan dari salah seorang tokoh masyarakat Banten Mulyadi Jayabaya yang meminta agar Pj Gubernur Banten pengganti Al Muktabar harus berasal dari putra daerah atau asli Banten, mendapat tanggapan dari mantan Dirjen Otda Kemendagri Soni Soemarsono dan mantan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Menurut Soni, jabatan Pj Gubernur Banten adalah jabatan sementara yang ditunjuk langsung oleh presiden atas usulan dari DPRD atau Mendagri, sehingga untuk menduduki posisi tersebut tidak harus berasal dari putra daerah.

“Karena jabatan Pj Gubernur Banten adalah political appointed atau yang ditunjuk dari Pusat dalam sudut pandang nasional. Sebenarnya, jauh lebih penting mempertimbangkan kapasitas kemampuan dan kepemimpinannya dalam pemerintahan  daripada hanya melihat faktor putra daerah semata,” ujar Soni kepada Sugawa.id, Jumat (31/3/2023).

Baca Juga: Diisukan Akan Diganti dari Jabatan Sebagai Pj Gubernur Banten, Al Muktabar Santai Kayak di Pantai

Soni mengatakan mengangkat Pj Gubernur Banten yang asli Banten tidak akan menjamin provinsi itu lebih baik.  “Yang jelas, di Kemendagri tidak ada pejabat eselon 1 yang asli Banten. Yang ada adalah seseorang bukan asli Banten, namun  memiliki komitmen untuk membangun dan memajukan daerah dimana pejabat tersebut ditempatkan, termasuk bila ditunjuk untuk menjadi Pj Gubernur Banten,” tutur mantan Pj Gubernur Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara ini.

Dikatakan, berdasarkan pengalaman yang sudah tiga kali menjabat sebagai Pj Gubernur di luar daerah Jawa dan Jakarta, dirinya toh berhasil diapresiasi dari pemerintah pusat dan warga daerah setempat, walaupun bukan penduduk asli. “Pengalaman saya, sebagai orang Jawa yang ditempatkan sebagal Pj Gubernur Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta, ternyata saya sukses dan memperoleh apresiasi luar biasa,” ungkapnya.

Menurut Soni, untuk memperoleh itu semua kuncinya adalah siap lahir dan batin dalam mewakafkan diri bagi daerah itu, berintegritas, dan mampu merangkul semua tokoh masyarakat serta birokrasi membangun daerah.

Baca Juga: Jadi Tersangka dan Seret Nama Artis Terkenal, Transaksi Rafael Alun Trisambodo Dikabarkan Capai 4 Triliun

“Kuncinya, luar dalam siap untuk mewakafkan diri, berintegritas, dan merangkul semua tokoh masyaraakt setempat untuk bersama-sama membangun daerah dimana saya ditugaskan. Bahkan di ujung pengabdian saya sebagai Pj Gubernur berhasil memperoleh 10 penghargaan adat setempat, dan juga dari tanda jasa bintang mahaputra dari negara,” tuturnya.

 Jadi kata Soni,  pertimbangan track reccord calon jauh lebih penting dari pada hanya mempertimbangkan faktor putra daerah semata. “Beda halnya bila itu calon gubernur difinitif hasil Pilkada, orang pasti akan lebih memilih putra daerah apapun kualitasnya,” tandasnya.

Hal senada dikatakan oleh mantan Gubernur Banten Wahidin Halim yang mengatakan bahwa Pj Gubernur Banten tidak harus berasal dari putra daerah, bahkan menurut WH, sebaiknya calon Pj Gubernur Banten berasal dari Kementerian atau Lembaga Negara, karena jika berasal dari putra daerah nantinya akan kena mental dan masuk ke sarang penyamun.

Baca Juga: Viral di Medsos, Kasus Tawuran di Jalan Perimeter Diselesaikan dengan Pendekatan Diversi, Ini Alasannya

”Untuk calon Pj Gubernur Banten yang akan diusulkan oleh DPRD kepada Mendagri lebih baik orang luar bukan putra daerah. Karena jika putra daerah, nantinya dia akan kena mental dan masuk ke sarang penyamun,” ujar WH kepada Sugawa.id, Kamis (30/3/2023).

Lagian kata WH, orang asli Banten sangat sedikit yang jadi pejabat eselon 1 di Kementerian dan Lembaga Negara, dan kalaupun ada mereka belum tentu bersedia mau menjabat sebagai Pj Gubernur yang hanya bersifat sementara. ***(Yasril Chaniago)

Halaman:

Editor: Wahyu Wibisana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X