FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Polemik Calon Taruna Akpol Positif Covid-19, Polri Merasa Kehilangan Peserta Terbaik 

w644

Ilustrasi taruna/taruni Akpol. (foto: line today)

 

Sugawa.id — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, polemik calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2020 yang gagal berangkat atau lolos karena dinyatakan positif Covid-19 karena penerimaan calon anggota Polri di masa pandemi Covid-19 harus mengedepankan protokol kesehatan. 

“Panitia seleksi sebelum pelaksaan tes dilakukan penyumpahan, dan panitia seleksi bidang kesehatan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di setiap perwakilan daerah,” kata Argo dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2020). 

Oleh karena itu, sambung Argo seleksi taruna/taruni Akpol di masa pandemi Covid-19 ini, selain dinilai  akademiknya juga kesehatan, jasmani dan psikologi. Seluruh peserta calon taruna/taruni Akpol 2020 harus dinyatakan bebas dari paparan virus corona atau Covid-19. 

“Peserta harus bebas Covid-19 yang dinyatakan dengan hasil swab oleh gugus tugas dan RS Bhayangkara serta IDI,” tekan Argo. 

Jenderal bintang dua ini mengatakan, Polri merasa kehilangan calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2020 terbaik lantaran dinyatakan positif Covid-19. Padahal, sambung Argo, calon taruni yang dinyatakan positif itu mendapat rangking teratas di bidang akademis. Polri, ujar Argo mendoakan dan membuka peluang selebar-lebarnya untuk mencoba kembali pada pembukaan Akpol di tahun yang akan datang. 

“Polri merasa kehilangan peserta terbaik seleksi untuk menjadi Polisi. Namun tidak bisa dipungkiri karena salah satu syarat utama adalah bebas Covid-19,” tandas Argo. 

Kasus gagal calon taruna/taruni Akpol, Argo menambahkan, tidak hanya terjadi Polda Kepulauan Riau saja melainkan juga terdapat di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur. 

“Juga ada yang di pulangkan karena hasil swab positif. Kalau tetap dipaksakan diberangkatkan seleksi di Pusat, dikhawatirkan akan mempengaruhi peserta yang lain untuk tertular Covid-19,” demikian kata Argo. (cok)

Share :