FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran gudang penimbun masker terus dilakukan baik di  Kota Tangerang, Kepulauan Riau dan terakhir Sawah Besar, Jakarta.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Listyo Sigit mengingatkan seluruh pihak untuk tidak coba-coba melakukan penimbunan masker ketika permintaan kebutuhan masyarakat sedang tinggi. Sebab Polri dipastikan akan menindak tegas oknum yang melakukan penimbunan masker.

“Ini jadi peringatan bagi yang lain untuk tidak menimbun (masker) saat di pasar sedang terjadi kelangkaan,” kata Komjen Listyo Sigit Prabowo, Rabu (4/3/2020).

Sementara Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhart, Kamis (5/3/20) menyatakan Ditreskrimsus Polda Kepri yang dipimpin Kombes Hanny Hidayat dan Disperindag Kota Batam berhasil menemukan ribuan kotak masker di Gudang milik PT SJL yang beralamat di Orchid Busines Centre, Kota Batam yang tidak sesuai dengan standar kesehatan serta tidak memiliki izin edar.

Harry mengatakan menindaklanjuti instruksi Presiden dan perintah Kapolri, Polda Kepri memantau secara langsung ketersediaan masker dan alat kesehatan lainnya dan didapati kenyataan bahwa di Apotik tidak ditemukan stok ataupun ketersediaan masker selama hampir satu bulan, diduga dari distributor ada penimbunan. Namun PT SJL menyimpan sebanyak 6.130 kotak masker kesehatan tanpa standar dari kementerian kesehatan dan tanpa izin edar.

“Ada dugaan tindak pidana mengedarkan tanpa izin alat kesehatan jenis masker yang tidak memenuhi standar kesehatan dari kementerian kesehatan. Di gudang PT SJL ditemukan 6.130 kotak masker dengan merk Non-Woman Face Mask, Dust Musk, 3 play smooth with elastic head loop, Face Mask, 2 Ply smooth face mask with Ear loop dan paper face mask 1 play. Keseluruhan masker berasal dari China. Ditreskrimsus Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman kepada  A sebagai Direktur PT SJL.

Sehari sebelumnya Polda Kepri juga berhasil menyita ribuan masker milik PT ESM di Kompleks Inti Batam Business dan Industrial Park Sei Panas, Kota Batam, Kepulauan Riau. Diduga perusahaan tersebut telah melakukan tindak pidana memperdagangkan alat kesehatan tidak sesuai dan tanpa izin.

Adapun modusnya, PT ESM yang bergerak di bidang perdagangan eceran peralatan listrik, rumah tangga dan perdagangan eceran pembungkus dari plastik, tekstil, cat, pernis dan lak sesuai dengan Surat Izin Usaha Perdagangan NIB : 8120112051064.

Namun mereka menyimpan stok masker dan hand sanitizer, dimana barang-barang tersebut tidak termasuk kelompok barang yang ada dalam Surat Izin Usaha Perdagangan mereka. “Jadi sesuai dengan daftar KLBI, PT ESM ini tidak memiliki izin penyaluran alat kesehatan,” ujarnya.

Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan tiga orang pelaku yakni S selaku Direktur, DD selaku General Manager dan H selaku Komisaris. Polisi pun menyita sejumlah barang bukti yakni masker dengan berbagai merk sebanyak ratusan karton dan hand sanitizwr sebanyak puluhan karton.

Di Tangerang, Sub Direktorat 1 Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang di Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Kota Tangerang karena diduga menjadi lokasi penimbunan dan menyita 287 dus berisi masker.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan menyatakan dalam penggerebekan itu, penyidik mengamankan barang bukti berupa 180 karton yang berisi 360.000 masker merek Remedi dan 107 dus berisi 214.000 masker merek Volca dan Well-Best. Polisi juga mengamankan pemilik barang yang berinisial H dan D, serta penjaga dan pemilik gudang untuk dimintai keterangan.

Sementara di Jakarta Polres Jakarta Utara juga berhasil menangkap penimpbun masker berinisial HK dan TK yang menggunakan modus menaikkan harga alat perlindungan pernapasan itu hingga 10 kali lipat.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, masker yang ditimbun para tersangka tersebut merupakan masker non alat kesehatan yang harganya Rp 22.000 per boks. Para tersangka memanfaatkan momentum pengumuman Presiden Joko Widodo tentang adanya dua kasus virus Corona di Indonesia. Polisi mengamankan setidaknya 72.000 lembar masker di Kawasan Sawah Besar.

Sebelumnya Polda Metro Jaya juga menangkap mahasiswi penimbun masker berinisial THF (19) yang menimbun masker sebanyak 350 boks dan dijual dengan harga Rp 300 ribu.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus tersangka mengaku memanfaatkan isu corona untuk menjual masker di atas harga kewajaran untuk membiaya uang kuliahnya.

Terhadap pada tersangka, polisi akan menjerat mereka dengan Pasal 107 UU No. 07 tahun 2014 tentang Perdagangan, dan atau Pasal 196 UU No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan. Ancaman hukuman maksimal dari kedua pasal itu yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar. (wib)

 

 

 

 

Share :