FOKUS :

Hari Bhayangkara ke-74, Tantangan Polri Berbenah di Tengah Pandemi Covid-19 

Hari Bhayangkara ke-74 yang jatuh pada 1 Juli 2020, harus diperingati di tengah situasi pandemi Covid-19 atau virus corona. (foto:...

Ucapan HUT BHAYANGKARA KE 74_SUGAWA

Kapenrem 143 Kendari: Ruslan Buton Statusnya Sudah Dipecat Dari TNI AD

WhatsApp Image 2020-05-29 at 15.33.00 (1)

Ruslan Buton ditangkap polisi pada Kamis (28/5) siang. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Kepala Penerangan Komando Resimen (Kapenrem) 143/Kendari, Mayor Sumarsono menegaskan bahwa Ruslan Buton sudah tidak berstatus sebagai anggota TNI Angkatan Darat (AD).

“Yang bersangkutan adalah mantan anggota TNI AD yang dipecat dengan pangkat terakhir yakni Kapten Inf di Yonif RK 732/Banau,” kata Sumarsono kepada wartawan, Jumat (29/5).

Sumarsono menambahkan, Ruslan Buton dipecat dari TNI AD lantaran terlibat kasus pembunuhan. Oleh karena itu, proses hukum akan dijalankan oleh pihak kepolisian, bukan menjadi ranah POM AD.

Saat terlibat pembunuhan seorang bernama La Gode pada 27 Oktober 2017, Sumarsono menjelaskan Ruslan saat itu menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau

“Kemudian pada 6 Juni 2018, Pengadilan Militer Ambon mengeluarkan putusan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan serta pemecatan dari Anggota TNI AD kepada Ruslan Buton. Pada akhir tahun 2019, Ruslan Buton bebas,” urai Sumarsono.

Sebelumnya, Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara, Ruslan Buton ditangkap polisi pada Kamis (28/5) siang. Dia digelandang Polisi akibat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Surat terbuka yang dibuat oleh Ruslan Buton melalui rekaman suara itu sempat menggegerkan dunia maya. Salah satu isinya yakni meminta Jokowi mundur dari jabatannya. Dia bahkan sempat berujar tidak menutup kemungkinan ada revolusi rakyat jika Jokowi tak kunjung melepas jabatannya. (cok)

Share :