FOKUS :

Pencatatan Pajak Restoran Kota Tangerang Lebih Mudah Lewat Aplikasi Cashere 

Wali Kota Tangerang, H. Arief R Wismansyah pada peresmian Aplikasi Cashere. (foto: ist)   Sugawa.id – Untuk memberi kemudahan pelaku...

BACK_BANNER_DOG

Dengarkan Keluhan Pedagang Soal Minimnya Penyaluran Minyak Goreng

WhatsApp Image 2022-03-16 at 10.45.41 PM

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi meninjau ketersediaan bahan pangan serta memantau harga-harga kebutuhan bahan pokok penting (banpokting) di Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi meninjau ketersediaan bahan pangan serta memantau harga-harga kebutuhan bahan pokok penting (banpokting) di Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (16/3/2022).

Dalam peninjauan itu, Harvick berdialog dengan sejumlah pedagang terkait ketersediaan barang, harga dan menanyakan soal kondisi penjualan.

Pedagang banpokting, Abu Tholib (56) berkata kepada Harvick bahwa dirinya tidak mungkin menjual mahal ke masyarakat lantaran diawasi langsung oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Agung. Ia tidak lupa menyampaikan persoalan minyak goreng yang kini sedang menjadi polemik.

Abu mengaku para pedagang di Pasar Agung baru dua kali menerima pendistribusian minyak curah maupun kemasan yang dibeli dengan harga eceran tertinggi (HET) lalu dijual kepada konsumen sesuai HET yang ditentukan dari pemerintah pusat.

“Saya berharap penyaluran berkelanjutan dan dipercayakan kepada UPT, jadi pedagang intinya puas, tidak harus mencari stok kemana-mana, kalau pedagang nyari stok ke luar kan pasti mahal pak,” ujar Abu kepada Harvick saat berdialog dalam operasi pasar di Pasar Agung, Kota Depok, Rabu (16/3/2022).

Soal minyak curah, kata Abu, pedagang di Pasar Agung tidak mendapatkan banyak pasokan, mungkin dikarenakan pembelian minyak goreng curah oleh konsumen di pasar ini tidak terlalu banyak.

“Konsumen kebanyakan mencari minyak goreng kemasan,” kata Abu ke Harvick.

Oleh karena itu, Abu berkeinginan para pedagang di Pasar Agung dapat segera pendistribusian minyak goreng kemasan.

“Kalau ritel kan terkoordinir, kalau pasar tradisional kan dipercayakan ke UPT. Insya Allah dia mengontrolnya gampang cuma ya itu, pasokannya harus continue (berkelanjutan), jangan kayak kemarin,” bebernya.

Dari situasi itu, masih kata Abu, para pedagang minyak goreng di pasar tradisional jangan disalahkan lantaran menjual di atas HET.

“Kita pedagang pasar maunya nyari barang ke luar, biarpun mahal saya beli, yang penting ada barang. Jadi, jangan salahkan pasar tradisional, makanya kalau pemerintah sanggup menyalurkan ke UPTD, insya Allah bisa,” imbuhnya.

Harvick pun terlihat seksama mendengarkan keluhan pedagang yang berbicara kepada dirinya.

Atas keluhan itu, Harvick langsung berkoordinasi langsung dengan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono dan jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok. (ter)

 

Share :