FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

Zenius Raih Pendanaan Rp 260 miliar dan Rekrut Mantan COO Gojek

Foto: dok. Zenius

 

Sugawa.id — Zenius Education, pionir platform pendidikan berbasis teknologi (edtech) di Indonesia, mengumumkan pendanaan seri A sebesar 20 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 260 miliar, Rabu (5/2/2020). Zenius juga mengumumkan penunjukan Rohan Monga sebagai CEO Zenius Education.

Pendanaan Seri A bagi Zenius diperoleh dari investor Northstar Group, Kinesys Group, dan BeeNext. Pendanaan ini akan semakin mendorong pertumbuhan pesat Zenius, yang sepanjang tahun 2019 sudah diakses oleh 12,8 juta pengguna unik.

Zenius berencana memanfaatkan pendanaan ini untuk melipatgandakan pertumbuhan, mengembangkan teknologi tepat guna, dan memperluas jangkauan layanan Zenius ke pelosok Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Zenius juga mengumumkan penunjukan Rohan Monga sebagai Chief Executive Officer (CEO) Zenius Education.

“Saya sangat senang dan bangga menyambut bergabungnya Northstar Group, Kinesys Group, dan BeeNext ke dalam babak berikut dari perjalanan Zenius Education,” kata Rohan dalam keterangan tertulis, Rabu (5/2/2020).

“Kami di Zenius percaya bahwa untuk dapat terus bertumbuh, kami membutuhkan keahlian yang mendalam dalam bidang entrepreneurship yang dimiliki oleh Northstar Group, Kinesys Group, dan BeeNext agar kami dapat mewujudkan visi Zenius untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas dan cerah,” imbuhnya.

Patrick Walujo, Co-Founder and Managing Partner dari Northstar Group, bersemangat menyambut kerja sama tersebut. “Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Zenius yang memiliki visi yang sama dengan kami, yaitu untuk mendukung dunia pendidikan di indonesia,” katanya.

“Kami sangat percaya dengan kombinasi teknologi yang kuat, talenta yang berkualitas, serta misi social impact yang berkelanjutan, Zenius mampu memberikan impact yang besar di dunia pendidikan Indonesia,” ungkapnya.

Yansen Kamto, Founding Partner dari Kinesys Group, mengungkapkan harapannya. “Kami sangat terkesan atas cara Zenius membantu jutaan pelajar di Indonesia dalam mencapai kesuksesan akademis maupun pengembangan diri secara utuh,” katanya.

“Kami percaya dengan pengalaman selama 15 tahun di dunia pendidikan Indonesia yang dinamis, Zenius akan mampu tumbuh secara signifikan untuk kedepannya. Untuk itu, kami siap mendukung Zenius secara penuh,” imbuhnya.

Penunjukan Rohan Monga sebagai CEO Zenius Education mengikuti perpindahan internal dari Sabda PS, yang sebelumnya menjabat posisi tersebut ke posisi strategis lain di bisnis perusahaan, sebagai Chief Education Officer.

“Saya sangat senang dan turut mengucapkan selamat atas bergabungnya Rohan ke Zenius,” kata Sabda PS, Co-Founder dan Chief Education Officer Zenius Education.

“Rohan dengan karakternya yang fokus pada solusi serta memiliki wawasan mendalam dan pengalaman yang luar biasa di bidangnya adalah orang yang paling tepat untuk peran ini,” imbuhnya.

“Saya berharap bahwa kedua hal besar yang kami umumkan hari ini akan dapat terus mendorong pertumbuhan Zenius untuk terus memajukan dunia pendidikan di Indonesia,” kata Sabda.

Rohan pun menyatakan antusiasnya. “Saya juga sangat bangga dan gembira untuk mendapat kesempatan bergabung dengan Zenius, bekerja bersama para talenta-talenta berbakat di Zenius yang penuh semangat untuk membentuk masa depan perusahaan serta misi kami dalam mewujudkan Indonesia yang cerdas dan cerah,” ujarnya.

Rohan Monga memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun bekerja di bidang teknologi. Tahun 2010, Rohan mendirikan firma teknologi finansial (fintech) sembari mengejar gelar MBA (Master’s in Business Administration). Pada tahun 2013, ia bekerja di raksasa e-commerce Amazon di bidang pengembangan strategi.

Pada tahun 2015, Rohan bergabung dengan Gojek sebagai Chief Operating Officer dan menjadi figur integral dalam terbentuknya perusahaan rintisan decacorn pertama Indonesia.

Sejak 2004, Zenius telah menjalani proses selama 15 tahun dalam merumuskan pendekatan belajar  dengan teknologi yang mengutamakan pemahaman konseptual dan pembentukan daya nalar, sehingga kompetensi dasar yang ingin dibentuk adalah pemahaman mendalam mengenai konsep keilmuan, bukan hanya soal mengingat dan menghafal.

Dengan demikian, pelajar dan pembelajar diproyeksikan akan memiliki pola pikir yang baik dan mampu beradaptasi serta mencari solusi atas masalah yang dihadapi.

Kemampuan berpikir ini juga yang nantinya dibutuhkan oleh generasi masa depan untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan bersaing.

Pendekatan pembelajaran Zenius ini diharapkan bisa turut membantu misi dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul. (gas)

Share :