FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

State of Islamic Economy Report 2020/2021 Dilaunching di 11 Negara

Launching Halal ok

11 Negara yang akan menghadiri Launching State of Islamic Economy Report 2020/2021. (Halal Lifestyle Center)

Sugawa.id – Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) kembali menggelar peluncuran State Islamic Economy Report 2020/2021 di 11 negara. Lembaga research DinarStandard melaporkan kegiatan tahun ini sangat istimewa karena digelar pada masa pandemi global. Keistimewaan tersebut tidak hanya terkait konten laporan yang diluncurkan, tetapi juga bagaimana prosesi peluncuran ini dilakukan.

Dalam keterangan pers yang diterima Sugawa.id, Senin (16/11/2020), pada tahun sebelumnya, peluncuran laporan ini dilakukan dalam prosesi pertemuan antara lembaga riset dan pengguna hasil riset. Namun kali ini peluncuran dilakukan secara hybrid dan konsekutif. Hybrid dimaksudkan merupakan kegiatan yang memadukan pertemuan maya dan pertemuan nyata. Pertemuan maya yang sekarang ini kita telah terbiasa melakukannya secara virtual online, menjadi istimewa karena secara maya kegiatan ini dilakukan di 11 negara secara berurutan (consecutive).

Pelluncuran sendiri di negara tempat research yakni UEA pada tanggal Senin, (16/11/ 2020), kemudian Indonesia akan menjadi negara pertama penerima peluncuran report. Pada hari Selasa, 17 November 2020, Malaysia, Rabu 18 November 2020, Maroko 19 November 2020, Spanyol, Senin 23November 2020, Nigeria 25 November 2020, India 26 November 2020, Singapura 2 Desember 2020, London 15 November 2020, Turki 23 Desember dan Jepang 26 Januari 2021. Sementara pertemuan nyata (Offline) di Jakarta dilaksanakan Selasa, 17 November 2020 di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta.

Dalam pertemuan yang masih mengedepankan kepatuhan protocol kesehatan dalam masa pandemi, akan hadir 30 pimpinan dan lembaga penggerak ekonomi Islam Indonesia. Seperti MUI, KNEKS, MES, IAEI, NU, Muhammadiyah, Universitas-universitas terkemuka di Indonesia yang saat ini telah memilih konsentrasi penjurusan keilmuan Ekonomi dan Bisnis Syariah, seperti IPB, Unpad, IAIN seluruh Indonesia dan Kampus-kampus Universitas terkemuka lainnya. Selanjutnya pelaku ekonomi halal dari sejumlah sektor seperti makanan dan minuman, modest fashion, farmasi, kosmetik, pariwisata, media dan rekreasi akan bergabung dalam acara.

Ditargetkan kehadiran peserta pada event maya mencapai 1000 peserta. Selain peserta-peserta hybrid dari 11 negara lainnya. Keistimewaan lainnya yang dihadirkan pada peluncuran Global Islamic Economy Report 2020/2021 yang dilaksanakan di Indonesia adalah kesediaan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin membuka acara. Hal ini menandakan keseriusan Indonesia untuk mendedikasikan pengembangan ekonomi halal. Bukan saja untuk berkembang di Indonesia, tetapi bercita-cita menjadi pemimpin ekonomi halal dunia.

Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar menyatakan bahwa setiap tahunnya IHLC berkolaborasi dengan DinarStandard untuk meluncurkan report terpercaya dalam ekonomi islam. “Mengingat laporan inilah yang menjadi rujukan dan menjadi masukan dan usulan untuk pembuatan kebijakan pengembangan ekonomi Islam di Indonesia,” tuturnya.

Apa dan bagaimana arah pembangunan bisa dilakukan, katanya, dalam rangkaian peluncuran ini akan dihadirkan laporan Best Practice Indonesia dalam pengembangan sector-sektor potensial berkembang majunya perekonomian Islam. Seperti sektor keuangan, LinkAja yang merupakan perusahaan keuangan berbasis teknologi (Fintek) siap untuk berbagi kisah semangat suksesnya. Dilanjutkan dengan upaya Bank Rakyat Indonesia dalam menaikkan kelas mitra-mitra UMKM binaannya untuk maju dalam pentas produk berkualitas skala global. (wib)

Share :