FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Sinergi Instansi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pokok Hadapi Natal dan Tahun Baru

 

 

JAKARTA – Kementerian Perdagangan terus meningkatkan sinergi dengan instansi pemerintah lainnya, seperti satuan tugas (satgas) pangan dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) khususnya menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen, Veri Anggrijono, saat melakukan konferensi video dengan satgas pangan Polri di seluruh Indonesia dalam rangka pengecekan ketersedian komoditas pangan menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta, pada Kamis (12/12/2019).

Hadir dalam konferensi video Kepala Satgas Pangan Irjen Pol Nico Afinta, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, serta Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh. Kegiatan ini juga diikuti Kepala Satgas Pangan dan Kepala Badan Ketahanan Pangan seluruh provinsi di Indonesia, serta Kepala Bulog Divre Provinsi.

“Sinergi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan harus dilakukan, mengingat pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama,” kata Veri Anggrijono.

Veri menyampaikan, perkembangan harga bapok pada Minggu I Desember 2019 relatif stabil bahkan cenderung turun untuk beberapa komoditas. Berdasarkan data BPS Minggu pertama Desember 2019, secara umum rata-rata nasional harga bapok dibanding bulan sebelumnya relatif stabil, bahkan turun untuk beberapa komoditas khususnya cabai. Secara nasional cabai merah turun 13,31 persen menjadi Rp 33.767/kg dan cabai rawit turun 15,51 persen menjadi Rp 34.582/kg.

Veri melanjutkan, komoditas yang mengalami kenaikan harga hanya telur ayam ras yang naik 7,86 persen menjadi Rp 25.143/kg di atas harga acuan Rp 23.000/kg. Kenaikan harga telur ditengarai akibat peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru. Sementara itu, harga bawang merah naik 6,56 persen menjadi Rp 29.892/kg. Kondisi ini merupakan penyesuaian harga menuju tingkat wajar sesuai dengan harga acuan bawang merah Rp 32.000/kg.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, perlu antisipasi untuk menjaga kecukupan pasokan dan harga bapok. Meskipun kenaikan permintaan pasar tidak sebesar saat puasa dan Lebaran, namun hal ini harus tetap diwaspadai untuk menjaga stabilitas harga bapok dan menjaga tingkat inflasi 2019 sesuai target, yaitu 3,5 persen ± 1,” terang Veri.

Menurut Veri, hal lain yang perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas harga, di antaranya prediksi peningkatan arus penumpang/mudik. Untuk itu, perlu diperhatikan kelancaran transportasi angkutan bapok dari daerah sentra produksi ke daerah sentra konsumsi.

Selanjutnya, yang perlu diantisipasi adanya kemungkinan spekulasi dari para pelaku usaha yang menaikkan harga dengan tidak wajar di atas harga eceran tertinggi (HET)/harga acuan. Selain itu, peredaran barang-barang/makanan kedaluwarsa atau tidak layak konsumsi yang dipasarkan oleh pedagang.

Veri mengharapkan kerja sama Polri dalam menyosialisasikan kebijakan transportasi darat dan pelabuhan menjelang maupun sesudah Natal dan Tahun baru kepada seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, diharapkan kerja sama dalam pengamanan dan pemberian prioritas kelancaran distribusi bapok di titik kemacetan serta mengarahkan angkutan bapok ke jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

“Dharapkan kerja sama satgas pangan Polri untuk mengintensifkan pengawasan di lapangan guna mencegah kemungkinan adanya aksi-aksi spekulasi bapok, serta peredaran barang-barang yang tidak layak konsumsi,” ujar Veri.

Pada kesempatan ini, Kemendag memberikan apresiasi kepada Satgas Pangan Polri atas kerja sama selama ini dalam pengamanan dan kelancaran bapok, khususnya menghadapi hari besar keagamaan nasional (HBKN). “Diharapkan sinergi Kemendag baik dengan Satgas Pangan Polri maupun instansi terkait lainnya dapat ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Kasatgas Nico meminta satgas pangan Polri di daerah untuk melakukan langkah-langkah persuasif terukur dengan mengedepankan metode komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pangan. “Selain itu juga mencarikan solusi yang tepat agar ketersediaan terjaga, distribusi lancar, dan harga stabil, sedangkan penegakan hukum adalah upaya yang terakhir,” katanya. (gas)

Share :