FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Setoran Pemprov Direstui OJK, Rasio Kecukupan Modal Bank Banten Tinggi

Bank Banten ok

Bank Banten (Istimewa)

Sugawa.id – Bank Banten telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas Dana Setoran Modal dari Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development, dalam perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).

Dana Setoran Modal tersebut merupakan konversi dari dana RKUD Provinsi Banten yang berada di Bank Banten melalui PT Banten Global Development berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Penambahan Penyertaan Modal ke Dalam Modal Saham Perseroan Terbatas Banten Global Development untuk Pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten sebesar Rp.1.551.000.000.000,- (satu triliun lima ratus lima puluh satu miliar Rupiah). Dengan demikian, KPMM Bank Banten per posisi Oktober 2020 mencapai angka 54,10%.

Direktur Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa dalam siaran persnya, Senin (29/11/2020) menyatakan ketersediaan modal sangat penting dan merupakan faktor utama bagi bank dalam upaya menumbuhkan dan mengembangkan kegiatan usahanya.

Sebagaimana diketahui, menurut UU RI Pasal 1 ayat 2 No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan mendefinisikan bank adalah sebuah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

“Sebagai industri yang diregulasi dengan ketat, permodalan memiliki peranan sentral dalam memastikan kesinambungan bisnis bank serta menjadi salah satu faktor penentu dalam daya saing. Nilai rasio kecukupan modal yang semakin tinggi akan mendorong tingkat kesehatan bank semakin baik,” kata Fahmi.

Dia menyebutkan, berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) periode September 2020, rata-rata kecukupan permodalan bank berdasarkan aktiva tertimbang menurut risikonya berada pada angka 23,52%. Saat ini Bank Banten jauh di atas rata-rata industri yang mencerminkan tingkat kemampuan bank dalam memitigasi risiko secara relatif, selain juga menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Banten selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) Bank Banten. “Tentunya hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para nasabah dalam mempercayakan pengelolaan keuangannya bersama Bank Banten, khususnya semasa pandemi ini” ujar Fahmi.

Direktur Utama Bank Banten ini menyebutkan, sebagai salah satu indikator kesehatan Bank Banten adalah membaiknya rasio permodalan dalam mendukung pengembangan usaha Bank Banten dan ketahanan institusi Bank Pembangunan Daerah ini. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Banten sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) serta seluruh pemangku kepentingan lainnya, dimana kepercayaan ini merupakan amanah bagi kami yang mesti dipertanggungjawabkan dan menjadi sebuah komitmen serta semangat Perseroan untuk bangkit membangun bank kebanggaan masyarakat Banten ini,” jelasnya. (wib)

Share :