FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Pontirta Akan Jadi  Kawasan Wisata Religi Terpadu di Banten

WhatsApp Image 2020-07-16 at 14.54.36

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah  punya cita-cita menciptakan kawasan wisata religi di Pontirta. Wisata terpadu yang memadukan area ziarah, pusat kajian, kuliner, dan wisata alam. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Pemkab Serang bersama pemerintah pusat akan menjadikan tiga kecamatan menjadi kawasan wisata religi terpadu di Banten, yakni Kecamatan Pontang, Tirtayasa, dan Tanara (Pontirta)

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, sejak menjabat sebagai Bupati Serang, punya cita-cita menciptakan kawasan wisata religi di Pontirta. Wisata terpadu yang memadukan area ziarah, pusat kajian, kuliner, dan wisata alam. 

“Setiap tahun saya meminta bantuan pemerintah pusat untuk mewujudkan ini,” kata Tatu. 

Setelah menjadi kepala daerah, cita-cita tersebut tidak pupus. Tatu mengaku punya peluang ketika KH.Ma’ruf Amin yang juga tokoh nasional dari Kecamatan Tanara, sangat dekat dengan Presiden Joko Widodo. Saat itu, KH Ma’ruf selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)

“Ini sudah takdir Allah, pada 2019, saya meminta kepada Abah Kiai (KH.Ma’ruf Amin), sebelum menjadi wakil presiden. Untuk menyampaikan permohonan kepada Bapak Presiden terkait kawasan religi di Pontirta,” ujarnya. 

Permintaan tersebut ternyata disambut baik KH.Ma’ruf Amin dan disampaikan kepada Presiden. Selanjutnya diteruskan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruag (PUPR). Pada 2019, kemudian dilakukan proses revitaliasi kali mati, yang diproyeksikan menjadi Kawasan wisata air di Kecamatan Tirtayasa. 

Tidak hanya itu, Kementerian PUPR pun sudah melakukan penataan kawasan ziarah Syeikh Nawawi Albantani di Kecamatan Tanara. “Kami masih punya banyak rencana, termasuk Insya Allah, mulai tahun depan, kita mulai proses pembangunan Pusat Kajian Kitab Kuning Syeikh Nawawi Albantani. Juga wisata kuliner,” ujarnya. 

Menurut Tatu, rencana pengembangan Kawasan wisata religi terpadu di Pontirta butuh dukungan dan partisipasi masyarakat. “Insya Allah, kita duduk bersama menciptakan pembangunan terbaik di daerah Pontirta,” ujarnya. (wib)

Share :