FOKUS :

Darurat Stok Darah, PMI Gelar Gebyar Pekan Kemanusiaan

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Gebyar Pekan Kemanusiaan Banten Berdonor. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Banten memasuki...

BACK_BANNER_DOG

Peran Media Massa Dalam Mendorong Ekonomi Syariah Belum Maksimal

Ekonomi Syariah ok

Webinar bertajuk “Peran Media Dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah” (SMSI)

Sugawa.id– Indonesia khususnya Provinsi Banten yang identik dengan keislaman punya harapan besar menjadi daerah dengan ekonomi keuangan syariah yang pesat dan maju. Sayangnya, hal ini belum didukung penuh oleh media massa.

“Dari data pelaporan atau statistik aset syariah yang ada di Banten, provinsi ini berada di peringkat ke-9 terbesar di Indonesia. Ekonomi keuangan syariah membutuhkan keadilan dengan menekankan persamaan, gotong royong dan menghindari segala bentuk ketimpangan dan jarak sosial,” ujar Wakil Ketua Umum Perkumpulan Urang Banten (Waketum PUB) Bidang Media dan Publikasi Firdaus dalam webinar bertajuk “Peran Media Dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah”, Kamis (10/12/2020)..

Dikatakan, bank syariah dan keuangan syariah di Banten saat ini dapat menjadi percontohan nasional. ”Jadi perkembangan ekonomi keuangan syariah sudah sedemikian pesat di dunia dan Indonesia disorot serta diikuti perkembanganya. Indonesia merupakan pasar yang sangat besar bagi produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat yang mayoritas muslim dan memang sekarang sudah berkembang,” imbuhnya..

Firdaus seraya menyebut untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang perekonomian dan keuangan syariah diperlukan peran media.”Untuk itu yang menjadi fokus adalah bagaimana indusrtri produk halal entah itu makanan, minuman, parawisata, kosmetik dan obat-obatan harus terus berkembang di tanah air ini,” pungkasnya.

Sementara Ketua Umum SMSI Pusat Tb Dadi Farid menyatakan di era industri 4.0 ini, peran media masih kurang dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat di bidang ekonomi syariah. Padahal , dunia digital akan menjadi sarana yang sangat efektif dalam mengupayakan hal tersebut. Karena itu diperlukan kerja sama dengan berbagai institusi seperti pemerintah dan perguruan tinggi. Dengan jumlah penduduk muslim mencapai 230 juta, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar untuk produk-produk halal dan menjadi basis pengembangan potensi ekonomi syariah sebagai penggerak perekonomian.

Dia mengatakan meski potensi ekonomi syariah sangat besar, tapi masih diperlukan upaya meningkatkan literasinya di masyarakat yang harus didorong oleh kalangan media.
Literasi yang baik akan dapat mendongkrak kesadaran masyarakat untuk beralih dari sistem ekonomi konvensional ke sistem ekonomi syariah, dari perbankan konvensional ke perbankan syariah.

Waketum PUB Bidang Ekonomi Rizqullah mengatakan bahwa peran media sangat penting dalam upaya disseminasi informasi dan edukasi masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah. Kalangan media perlu bekerja sama dengan pelaku ekonomi syariah dan untuk itu pihaknya bermaksud membangun sinergitas antara kalangan media dengan pelaku ekonomi syariah dan perguruan tinggi serta ormas-ormas islam.

Dekan Fakultasi Ekonomi dan Bisnis UIN Banten Nihayatul Masykuroh, mengatakan bahwa pembahasan tentang ekonomi dan perbankan syariah sebenarnya sudah meningkat tetapi penyebarluasannya melalui media massa kepada masyarakat masih belum optimal. “Untuk itu diperlukan peran yang lebih besar lagi peran media massa dalam rangka peningkatan literasi masyarakat,” tuturnya.

Pengurus MUI Bidang Ekonomi Efi Syarifudin mengatakan bahwa ruang di media massa dalam mempublikasikan ekonomi dan keuangan syariah masih terbatas dan sebaliknya pelaku ekonomi dan keuangan syariah juga belum optimal dalam memanfaatkan media massa. (wib)

Share :