FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Pembeli Rumah Pilih Area Bodebek daripada Kawasan Tangerang

 

Sugawa.id – Wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi atau Bodebek adalah kota-kota di sekitar Jakarta yang banyak diincar oleh pembeli kalangan menengah dan menengah bawah.

Kota-kota tersebut dipilih karena harganya relatif lebih rendah jika dibandingkan kawasan Tangerang. Selain itu, wilayah Bodebek memiliki sarana transportasi yang lebih memadai dan lebih beragam.

Menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 tahun ini, wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan Bandung memiliki harga properti yang lebih rendah dibandingkan harga properti di kota-kota besar di Provinsi Banten.

Perbedaan bahkan terlihat lebih besar jika membandingkan harga rumah tapak. Harga rumah tapak di Tangerang Selatan hampir dua kali lipat dari harga rata-rata rumah di Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung.

Bogor, Depok, dan Bekasi adalah kota-kota di Jawa Barat yang banyak diincar oleh pembeli kalangan menengah dan menengah bawah di wilayah penyangga Jakarta karena harganya relatif lebih rendah jika dibandingkan kawasan Tangerang, namun memiliki sarana transportasi yang lebih memadai dan lebih beragam.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com menjelaskan, dengan harga yang lebih rendah dan demand yang masih besar, pasar properti di Jawa Barat masih punya cukup ruang untuk berkembang dan melakukan penyesuaian harga. Inilah yang menyebabkan pasar properti di Jawa Barat bisa lebih stabil dalam hal kenaikan harga.

Sebaliknya, harga properti di Tangerang dan sekitarnya saat ini semakin sulit dijangkau oleh kalangan menengah dan menengah ke bawah.

“Kondisi ini belum akan berubah sepanjang kuartal kedua 2020 ini. Jawa Barat masih akan menjadi wilayah yang lebih stabil dibandingkan wilayah-wilayah penyuplai hunian lainnya, bahkan jika situasi pandemi Covid-19 masih akan berlangsung hingga akhir Mei atau awal Juni, seperti yang diperkirakan sejumlah pengamat,” kata Marine dalam press release, Selasa (16/6/2020).

 

Baca Juga: Tangerang Raya Lanjutkan PSBB

 

Bagi masyarakat yang berminat untuk investasi, Bekasi menjadi pilihan yang lebih seksi dibandingkan Bogor dan Depok. Bekasi menjadi wilayah yang memberikan pengaruh besar terhadap indeks harga properti di Jawa Barat pada Q1 2020.

Di saat kota-kota lain di Jawa Barat menunjukkan kenaikan tak lebih dari 2 persen (QoQ), indeks harga properti di Bekasi menunjukkan kenaikan hingga 5 persen untuk rumah tapak. Wilayah Jatiasih dan Bekasi Timur menjadi wilayah dengan kenaikan tertinggi.

Bekasi Barat sebagai kecamatan yang paling dekat dengan DKI Jakarta adalah wilayah dengan median harga properti tertinggi (per meter persegi). Sementara Bekasi Timur yang lokasinya terjauh dari DKI Jakarta, menjadi yang terendah.

“Kedekatan dengan wilayah DKI Jakarta memberi pengaruh positif terhadap harga properti. Seperti Bekasi Barat yang juga terdapat sejumlah kawasan hunian terpadu berskala besar. Ini turut mendorong pesatnya pertumbuhan harga properti di wilayah tersebut. Karena harga yang sudah tinggi pula, Bekasi Barat tidak menunjukkan peningkatan harga yang signifikan pada kuartal ini,” ujar Marine.

Sementara itu, harga properti yang masih rendah di Bekasi Timur memberikan prospek kenaikan harga yang lebih besar. Hal ini didukung upaya pemerintah dalam mengintegrasikan wilayah komuter yang memberikan keuntungan bagi Bekasi Timur.

“Misalnya LRT Bekasi-Cawang, jalan tol layang, hingga rencana MRT Balaraja-Cikarang. Pada akhirnya, jarak yang jauh antara Jakarta dan Bekasi Timur bukan menjadi masalah lagi saat infrastruktur penghubungnya semakin baik. Itulah yang akan terjadi. Bagi pencari properti, baik untuk ditinggali maupun investasi, Bekasi Timur bisa menjadi pilihan,” kata Marine.

Menurut Marine, di tengah pandemi Covid-19 dan adanya Adaptasi Kebiasaan Baru menuju New Normal, protokol kesehatan terus diterapkan di antaranya menjaga jarak dan menghindari kerumuman. Aturan ini juga berlaku di industri properti.

Dalam kondisi normal, para pencari properti bisa langsung menuju target hunian yang menjadi incaran. Akan tetapi, hal tersebut sulit dilakukan di masa pencegahan penularan Covid-19.

Namun, protokol kesehatan itu tak menjadi halangan bagi pelaku industri properti yang memanfaatkan teknologi yang semakin canggih. Salah satunya adalah dengan menggunakan fitur digital “StoryTeller” dari PropertyGuru FastKey yang baru saja dihadirkan oleh Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia.

Fitur digital StoryTeller menghadirkan pengalaman site visit secara virtual, di tengah pandemi dan social serta physical distancing yang mempengaruhi aktivitas pemasaran properti. StoryTeller adalah fitur yang mendigitalisasi sebuah proyek properti secara 360 derajat dengan lebih mendalam, baik interior unit-unitnya maupun suasana dan pemandangan di sekitarnya.

Inovasi ini menghadirkan proyek dan hunian langsung ke hadapan pembeli properti agar mempermudah dalam melihat, memilih, dan bahkan mencatat minat untuk unit properti, berdasarkan preferensi sesuai dengan ketersediaan secara real-time.

 

Baca Juga: Tak Terapkan PSBB, Polisi Tutup Mall Sentra Grosir Cikarang

 

Marine menjelaskan, produk terbaru FastKey ini telah diadaptasi oleh tiga developer terkemuka untuk sembilan project mereka antara lain Ciputra dan Jaya Properti.

Bagi para pengembang dan tenaga penjualan, produk baru ini memberikan berbagai manfaat antara lain: ketersediaan alat peraga menjadi lebih cepat sehingga pemasaran bisa segera dilakukan, dapat dilakukan dengan jarak jauh sehingga pemasaran menjangkau lebih banyak konsumen, memberi pengalaman yang baik dan gambaran yang lengkap, sehingga meningkatkan minat konsumen, serta menghemat waktu bagi tenaga pemasaran sehingga menjadi lebih produktif.

“Sebagai gambaran, seorang tenaga pemasaran yang sebelumnya hanya dapat membuat 1-2 perjanjian dalam sehari, kini dapat melakukannya dengan enam calon konsumen. Kelebihan lain dari Fastkey StoryTeller yang sangat bisa membantu pengembang di tengah pandemi Covid-19 ini adalah pengembang tidak perlu mempunyai show unit untuk bisa membuat Fastkey StoryTeller dan menunjukannya ke calon pembeli,” ujar Marine.

“Adanya dukungan teknologi seperti Fastkey StoryTeller ini membuat pengembang, penjual, dan calon pembeli properti bisa melakukan transaksi penjualan properti kapanpun dan dimanapun apalagi di tengah situasi Adaptasi Kebiasaan Baru ini sehingga pembeli masih bisa mengambil keputusan membeli properti dengan percaya diri,” katanya.

“Mencari hunian bukanlah keputusan yang mudah diambil, namun Rumah.com menyediakan beragam fitur yang dapat membantu konsumen mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” kata Marine.

Tapera

Pemerintah telah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan memberikan fasilitas tabungan perumahan untuk pekerja baik pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/Polri, pekerja swasta, dan pekerja mandiri.

PP Penyelenggaraan Tapera mengatur proses pengelolaan Dana Tapera yang mencakup kegiatan pengerahan, pemupukan, dan pemanfaatan untuk pembiayaan perumahan bagi Peserta.

Tapera ini diniatkan pemerintah sebagai salah satu solusi mengatasi backlog perumahan dimana menurut data terakhir dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih mencapai angka 7,6 juta unit.

Tapera akan menjadi sarana penyediaan dana murah jangka panjang dan berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan yang terjangkau dan layak huni, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Marine Novita menyatakan, bahwa masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan sangat terbantu oleh Tapera karena mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk memiliki rumah.

Sementara bagi pekerja kelas menengah yang belum memiliki rumah tapi wajib ikut Tapera, tentunya harus mencari solusi lain.
“Masyarakat atau pekerja kelas menengah perlu mendapatkan perhatian sendiri termasuk dari pemerintah agar bisa segera memiliki rumah karena mereka tidak bisa memanfaatkan fasilitas Tapera meskipun wajib menjadi pesertanya,” kata Marine.
“Mereka sebaiknya mendapatkan fasilitas atau kemudahan lainnya karena sudah menjadi peserta Tapera,” imbuhnya.

“Mereka juga bisa memilih lokasi hunian dengan harga yang masih terjangkau karena menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2020 menunjukkan sentimen positif dari sisi penawaran di segmen kelas menengah dan menengah bawah,” ungkap Marine.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya. (gas)

 

Foto: perumahan.pu.go.id

Share :