FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

Pembangunan Disneyland dan Legoland di Jakarta Sedang Dikaji

bmn

 

 

Sugawa.id – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) telah melakukan pembicaraan dengan investor mengenai wacana branding wisata internasional di Jakarta seperti Disneyland, Legoland, dan Universal.

Namun, karena pengusaha belum merasa ada kepastian ibu kota negara akan benar-benar pindah, maka belum ada komitmen yang kuat. Rencana pembangunan destinasi wisata internasional tersebut, sejauh ini masih dalam kajian.

Hal ini diungkap Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN, Encep Sudarwan, di kantor DJKN pada Jumat (14/2/2020).

Rencananya, kata Encep, aset negara di Jakarta yang diperkirakan bernilai Rp 1.400 triliun, akan dikerjasamakan dengan swasta agar menghasilkan penerimaan. Pemanfaatan aset direncanakan berupa konsensi dan tidak ada penjualan aset.

“Kami telah memetakan aset di Jakarta ada sekitar Rp 1.400 triliun. Kami sudah petakan mana saja yang mungkin mau dimanfaatkan, tidak dijual. Kita ingin Jakarta hidup juga,” katanya dalam keterangan tertulis.

Memanfaatkan artinya mempertahankan aset yang ada di Jakarta. Contohnya dikerjasamakan dengan swasta, sehingga ada penerimaan. “Misalnya dikasih konsensi 30 tahun,” kata Encep.

Penerimaan pendapatan dari swsata itu bisa digunakan untuk membiayai pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. “Rencananya pembiayaan ibu kota baru, salah satunya dari pemanfaatan aset yang ada di Jakarta,” ujar Encep.

Ia menambahkan, dengan investor juga telah dibicarakan mengenai wacana branding wisata internasional di Jakarta seperti Disneyland, Legoland, dan Universal.

Salah satu aset pemerintah yang menarik adalah gedung Kementerian Pendidikan yang letaknya berdekatan dengan mal FX di Senayan. Namun, sejauh ini, belum ada komitmen yang kuat dengan para investor tersebut. (gas)

Share :