FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Nelayan Dukung Proyek KITW dan Pembangunan Jetty MNA

Perwakilan Nelayan Memberikan Dukungan Terhadap Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Wilmar (KITW). Dok Foto : Humas KITW untuk Sugawa.id.

Sugawa.id – Kawasan Industri Terpadu Wilmar (KITW) menjalin deklarasi bersama dengan masyarakat nelayan di empat desa yakni Desa Teratai, Desa Pangsoran, Desa Margagiri, dan Desa Pulopanjang. Deklarasi bersama tersebut merupakan perwujudan dukungan dari seluruh nelayan yang berada di 4 desa itu terhadap pembangunan fisik kawasan industri serta pembangunan jetti oleh PT Multimas Nabati Asahan (MNA).

Deklarasi bersama ini merupakan puncak dari rangkaian program pemberian berbagai bantuan dari KITW dan MNA kepada masyarakat lokal dalam bentuk community development sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan. Sepanjang 2018-2019, KITW telah merealisasikan pemberian bantuan berupa pembangunan enam 6 masjid, 6 madrasah, 7 sumur bor, peralatan pendidikan seperti komputer dan pelatihan guru, serta dukungan bagi Posyandu kepada masyarakat di empat desa tersebut.

Salah satu manager yang mewakili pihak Wilmar, Bambang Wisnumurthy menjelaskan deklarasi bersama antara KITW dan masyarakat nelayan di 4 desa merupakan puncak sosialisasi yang dilakukan untuk mendukung pembangunan fisik. “Deklarasi bersama ini merupakan wujud sinergi bersama antara KITW dan masyarakat lokal nelayan dalam rangka mendukung kemajuan bersama,” ujar Bambang, Senin (6/1/2020).

Menurutnya, 100 persen dari warga di 4 desa mendukung penuh pembangunan yang dilakukan KITW untuk berkontribusi secara riil terhadap peningkatan perekonomian daerah. “Alhamdulillah seluruh warga 4 desa mendukung deklarasi bersama dengan penandatanganan pakta integritas yang ditandatangani ketua nelayan dari masing-masing desa beserta perwakilan lainnya. Ini merupakan wujud sinergi yang positif secara konkret,” paparnya.

Bambang menegaskan pembangunan Jetty oleh PT MNA tidak menggunakan pasir laut, tapi menggunakan batu bolder dengan konstruksi tiang pancang. “Kami juga ingin meluruskan mispersepsi yang berkembang di masyarakat bahwa pembangungan jetti MNA memakai pasir laut. Itu sama sekali tidak benar, karena kami menggunakan batu bolder dan konstruksi tiang pancang,” paparnya.

Sebelumnya sempat beredar kabar dan opini di kalangan masyarakat bahwa KITW dan MNA dalam membangun jetti akan melakukan reklamasi laut dengan pasir laut. “Kabar dan opini itu tidak benar. Pihak KITW dan MNA terbuka untuk memberikan informasi kepada masyarakat sehingga tidak berkembang kabar dan opini yang tidak benar,” ujarnya. (gun)

Share :