FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Mendag Agus Suparmanto Ungkap Strategi Pemulihan Ekonomi

mendag

Sugawa.id — Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyusun strategi untuk mendorong pemulihan ekonomi di tahun 2021. Sebagian dari strategi itu adalah fokus menjaga konsumsi dan pasar di dalam negeri dengan mengutamakan produk buatan lokal, serta meningkatkan keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global.

Strategi tersebut dipaparkan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam keterangan resmi, Senin (30/11/2020).

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyatakan, pengujung tahun 2020 menjadi momentum tepat bagi Indonesia untuk belajar dan bersama-sama menyusun strategi perdagangan yang lebih baik di tahun mendatang.

“Sebagai negara besar, maka menjaga konsumsi dan pasar di dalam negeri adalah salah satu langkah tepat mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, keterbukaan dan keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global juga menjadi keharusan,” ujar Mendag Agus Suparmanto.

Mendag menjelaskan, menjaga pasar utama dan terus membuka akses pasar baru di negara-negara nontradisional juga menjadi langkah yang akan terus dilakukan agar produk-produk Indonesia semakin berdaya saing dan mendunia.

Beberapa hal tersebut penting dilakukan agar Indonesia siap berpacu dalam perdagangan dunia terutama dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19.

“Kita harus dapat mengubah momentum krisis ini menjadi lompatan kesempatan dan kemajuan. Untuk itu, Kemendag telah melakukan pemetaan tantangan dan peluang di sektor perdagangan selama dan pascapandemi Covid-19,” kata Mendag.

Diketahui, pandemi menyebabkan perlambatan pada perdagangan. IMF mengungkapkan, perdagangan dunia pada 2020 diperkirakan terkontraksi 10,4 persen.

Namun, pada 2021, perdagangan dunia diperkirakan akan lebih baik dan tumbuh 8,3 persen dengan kontribusi terbesar dari negara-negara berkembang.

Menurut Mendag, situasi normal baru saat merupakan proses transisi yang menuntut semua negara cepat beradaptasi dan berinovasi.

Tantangan perdagangan yang saat ini dihadapi antara lain terkait perubahan perilaku konsumen dan pola perdagangan global, proteksionisme perdagangan dan meningkatnya hambatan perdagangan, kerja sama perdagangan antaranegara, serta potensi defisit neraca perdagangan dan resesi ekonomi.

Sedangkan, peluang perdagangan yang harus segera dimanfaatkan adalah pertumbuhan nilai perdagangan produk potensial baru, relokasi pusat-pusat industri dan investasi global, transformasi digital dan perkembangan teknologi informasi yang kian masif, serta pemanfaatan potensi pasar di kawasan potensial.

“Dengan melihat berbagai tantangan dan peluang, Kemendag telah dan akan terus melakukan berbagai langkah strategis dan evaluasi secara berkala untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional,” kata Agus Suparmanto.

Beberapa respons kebijakan strategis Kemendag yang telah dilakukan antara lain realokasi dan refocusing anggaran, termasuk program bantuan untuk pasar rakyat dan UMKM, stabilisasi harga dan jaminan stok barang kebutuhan pokok, hingga pembukaan fasilitas perdagangan secara bertahap di era adaptasi kebiasaan baru.

Secara khusus terkait upaya peningkatan ekspor nonmigas, Kemendag juga telah menyusun strategi jangka pendek dan jangka menengah. Strategi jangka pendek berorientasi pada pendekatan produk dan pendekatan pasar, sedangkan strategi jangka menengah dilakukan melalui pemetaan produk Indonesia di negara akreditasi yang telah mempunyai kekuatan.

Selain itu, pemerintah juga terus mengupayakan kesepakatan perdagangan melalui perjanjian kerja sama perdagangan internasional. Sampai saat ini, Indonesia telah menyelesaikan 21 perundingan perdagangan, baik secara bilateral maupun multilateral dan regional.

“Termasuk RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) yang ditandatangani pada 15 November 2020 lalu,” kata Mendag Agus Suparmanto. (gas)

Share :