FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Produk Ikan Indonesia Senilai US$ 1 Juta Dolar akan Diborong Pengusaha Korsel

JAKARTA – Perusahaan Korea Selatan akan mengimpor produk perikanan dari Indonesia. Impor ini merupakan yang pertama karena selama bertahun-tahun, negara yang melahirkan artis-artis K-Pop ini rutin mengimpor produk perikanan dari Rusia.

Produk-produk perikanan Indonesia yang diminati Korea Selatan meliputi ikan makarel, ikan layur, dan cumi. Nilainya diproyeksikan mencapai 1 juta dolar AS atau senilai Rp 14 miliar (kurs 1 dolar AS = Rp 14 ribu).

Impor produk perikanan Indonesia merupakan salah satu kesepakatan yang dicapai pada misi dagang dan penjajakan kesepakatan dagang (business matching) dengan importir Korea Selatan di Busan, akhir November 2019.

Pada acara itu, perusahaan Indonesia yang ikut dalam misi dagang berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan Korsel.

Perusahaan Korsel tersebut bekerja sama dengan perusahaan grosir untuk mendistribusikan produk perikanan Indonesia ke seluruh pasar di Negeri Ginseng maupun ke negara tujuan ekspor.

Penandatanganan LoI berlangsung pada Jumat (29/11/2019) di Seo-ku, Busan, dan disaksikan oleh Kepala Biro Humas Kementerian Perdagangan Olvy Andrianita.

Penandatanganan ini difasilitasi Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Ni Made Kusuma Dewi, dan Wakilnya, Haryono Widy.

“Perusahaan Korea Selatan berharap kerja sama dengan Indonesia ini akan meningkatkan nilai perdagangan sektor perikanan yang lebih baik bagi kedua negara,” kata Olvy setelah mendapat penjelasan dari Presiden Direktur Perusahaan Importir Korea Selatan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto sangat menghargai penandatanganan LoI itu. Dia optimis ekspor produk perikanan Indonesia ke Korea Selatan dapat tercapai.

Menurut Olvy, dalam waktu dekat importir Korea Selatan dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat fasilitas ekspor perusahaan perikanan Indonesia dan produk yang dihasilkan.

Importir Korea Selatan juga ingin memastikan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Indonesia dan sertifikat kesehatan Indonesia yang sangat diperlukan dalam perdagangan produk perikanan.

“Penandatanganan LoI ini sangat menggembirakan karena selama ini importir Korea Selatan tersebut mengimpor produk perikanan dari Rusia. Jadi, ini pertama kalinya bagi importir Korea Selatan mengimpor produk perikanan dari Indonesia,” jelas Olvy dalam keterangan tertulisnya.

Kepala ITPC Busan, Ni Made Kusuma Dewi menambahkan, Kementerian Perdagangan akan terus memfasilitasi eksportir Indonesia dan Korea Selatan yang akan melakukan ekspor. “Untuk tindak lanjut LoI ini, Kemendag akan bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai otoritas yang berkompeten di produk perikanan,” katanya.

Ikan Hias

Di sisi lain, pemerintah juga bertekad melipatgandakan ekspor ikan hias lewat penyederhanaan aturan.
Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Suparman Sirait menyatakan, Pemerintah sedang mendorong peningkatan ekspor ikan hias.

Pada tahun 2020, ekspor perikanan ditargetkan bisa menyumbang 6,1 miliar dolar AS. Dari angka tersebut, ekspor ikan hias berkontribusi antara 6 hingga 10 persen.

“Kami berharap dapat menyumbang lebih besar, kita punya sekitar 1.200 jenis ikan hias, tidak sampai 10 persennya saja sudah terbesar di dunia,” katanya Suparman dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

“Kami akan teliti kembali semua regulasi, kami akan sederhanakan sesuai janji Presiden Jokowi agar jangan ada regulasi yang tumpang tindih, kami akan kendalikan sesuai tugas pokok dan fungsi yang ada di kami,” ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menegaskan, bakal menyederhanakan berbagai aturan yang menghambat.
“Ke depannya akan kami permudah, seperti kargo pengangkutan ikan hias antar pulau. Kita belum bicara ekspor. Ke depan KKP akan menyelesaikan segera permasalahan-permasalahan yang ada,” ujarnya.

Berdasar data KKP, Indonesia memiliki 4.720 jenis ikan air tawar maupun laut dan 650 di antaranya merupakan sebagai ikan hias.

Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP mengungkapkan, tujuan ekspor ikan hias didominasi ke negara Jepang, Singapura, Amerika Serikat, China, Inggris Raya, Korea, Malaysia, Jerman, Prancis, dan Taiwan.
Sedangkan volume ekspor ikan hias tahun 2015 hingga 2018, mencapai 257.862.207 ekor, dengan dominasi negara tujuan adalah Jepang, Singapura, AS, dan China.

Lebih rinci, pada 2018, ekspor ikan hias Indonesia mencapai angka 343,6 juta dolar AS dan masuk lima besar eksportir ikan hias dunia bersama Jepang, Singapura, Spanyol, dan Ceko. []

Share :