FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Komunitas Plastik untuk Kebaikan Luncurkan Mobil Edukasi Pilah Sampah

TANGSEL- Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Toto Sudarto, yang juga melepas relawan Komunitas Plastik untuk Kebaikan, bergerak memunguti sampah di sepanjang Waduk atau Situ Gintung.

“Sampah botol kemasan memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena memiliki demand yang kuat dari industri daur ulang plastik,” kata Eni Saeni, Koordinator Komunitas Plastik untuk Kebaikan di lokasi.

Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, kebutuhan bahan baku industri daur ulang plastik mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun. Sebanyak 913 ribu ton dipenuhi dari dalam negeri, sedangkan 320 ribu ton didatangkan dari negara lain.

Sementara kebutuhan bahan baku untuk produksi plastik nasional mencapai 7,2 juta ton per tahun. Dari jumlah ini, sebanyak 2,3 juta ton bahan baku berupa virgin plastik lokal disuplai oleh industri petrokimia dalam negeri seperti PT Lotte Chemical dan PT Chandra Asri Petrochemical.

Melalui kegiatan penukaran sampah plastik, Komunitas Plastik untuk Kebaikan berharap produsen dapat berkontribusi terhadap masalah sosial dan lingkungan yang timbul akibat produk yang telah menjadi sampah. Salah satu caranya adalah membangun demand terhadap sampah kemasan sehingga menumbuhkan pasar plastik bekas non botol seperti sachet dan plastik-plastik kemasan lain.

“Selama ini ada kebutuhan yang tinggi pada plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate) yang bisa didaur ulang menjadi plastik,” kata Eni.

Melihat kebutuhan industri yang tinggi terhadap sampah botol PET, maka komunitas mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah plastik dari rumah. Sampah-sampah tersebut dapat ditukar bahan pokok melalui mobil edukasi pilah sampah yang akan berkeliling ke rumah-rumah warga.

“Paradigma baru yang harus dibangun adalah pilah, kumpulkan, jual, atau tukarkan, sedekahkan sampah plastik ke pemulung. Dengan melakukan tindakan kecil ini, Anda telah ikut serta menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan,” ujar Eni.

Sejatinya penukaran sampah plastik menjadi bahan pokok hanyalah insentif untuk membangun kesadaran dan budaya masyarakat untuk memilah sampah plastik terutama sampah botol kemasan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Toto Sudarto, bersama Komunitas Plastik di Waduk Gintung, Cirendeu, Kota Tangerang Selatan, Minggu (1/12/2019).

 

Pelepasan relawan pemungut sampah plastik oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Toto Sudarto, dilakukan di halaman kampus Pasca Sarjana UIN. Toto menyatakan, pihaknya mengapresiasi gerakan ini karena mengajak masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sampah dari rumah, memilah sampah botol plastik dan menukarkan sampah tersebut dengan bahan pokok.

“Mari kita mulai dari unit terkecil yaitu memilah sampah plastik, sampah botol plastik dan sampah organik dari rumah. Jangan campur sampah karena sampah yang dicampur tidak ada harganya. Kalau sampah yang dipilah bisa ditukar sembako,” kata Toto yang memberikan sampah plastik yang dikumpulkan dari rumah ke Komunitas.

Sebanyak 200 orang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka adalah relawan yang tergabung dalam Komunitas Plastik untuk Kebaikan dan anggota komunitas lain seperti Gintung Lake Community, Gempita (Gerakan Pecinta Alam Semesta), KSE (Karya Salemba Empat), K3SI (Komunitas Sharing Seputar Sampah Indonesia), Posbindu (Pos Pelayanan Terpadu untuk Lansia), dan Gila Bike dan masyarakat setempat.

Warga masyarakat di lokasi kegiatan juga antusias menukarkan sampah botol plastik ke mobil Edukasi Pilah Sampah Plastik. Komunitas berhasil mengumpulkan satu mobil pikup yang akan dijual ke pengepul.

“Uang hasil penjualan sampah botol plastik akan dibelikan sembako agar kegiatan ini bisa terus berlangsung. Mari pilah sampah plastik Anda karena memiliki nilai ekonomi,” kata Eni.

Apa yang dilakukan komunitas ini adalah bagian kecil untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membudayakan tata kelola sampah mulai dari rumah. Jika sebelumnya, sampah hanya dibuang ke tempat sampah, ke depan persoalan sampah bisa selesai di rumah dengan cara dipilah. Sampah botol plastik atau kertas dapat dijual, sedangkan sampah organik bisa dibuat pupuk.
Untuk tahap awal, mobil edukasi pilah sampah plastik akan beroperasi di wilayah Tangerang Selatan. Selanjutnya mobil edukasi pilah sampah plastik akan berkeliling, mendatangi rumah warga di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor.

Mobil keliling beroperasi setiap Jumat dan Sabtu pagi. Untuk jadwalnya operasi akan diberitahukan melalui akun medsos komunitas Plastik untuk Kebaikandi Facebook, twitter.com/PlastikKebaikan, Instagram, dan Youtube. (*)

Share :