FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Kemendag Pertemukan Pelaku Animasi Indonesia dan Korea Selatan

 

 

Sugawa.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempertemukan pelaku animasi Indonesia dan pelaku animasi Korea Selatan. Pertemuan itu terwujud dalam Indonesia-Korea Animation Industry Cooperation Forum, yang diselenggarakan di Jakarta pada 12-14 Februari 2020

Kegiatan ini merupakan upaya nyata Kemendag dalam membuka akses ke pasar Korea Selatan bagi pelaku animasi Indonesia. Diharapkan, industri animasi Indonesia bisa semakin terangkat.

“Penyelenggaraan forum ini merupakan bentuk dukungan kepada pelaku jasa animasi untuk dapat berkembang dan berdaya saing di pasar internasional,” kata kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi, saat membuka forum tersebut.

“Jasa animator Indonesia yang tersebar di berbagai kota ternyata memiliki potensi dan peluang besar bagi perekonomian Indonesia,” imbuh Sutriono melalui keterangan tertulis, Selasa (25/2/2020).

Sutriono menambahkan, selama ini sektor jasa Indonesia umumnya dikaitkan hanya dengan kuliner dan distribusi maupun perdagangan yang memberikan sumbangan besar terhadap perekonomian. Namun, jasa animator Indonesia yang tersebar di berbagai kota ternyata juga memiliki potensi besar bagi perekonomian Indonesia.

Dengan banyaknya kontribusi animator Indonesia di berbagai negara, industri animasi Indonesia kini telah diakui dunia internasional. Beberapa film animasi yang melibatkan animator Indonesia antara lain adalah Lego Movies, Sonic, Rabbids Invation, dan The Advantures of Tintin.

Pada ajang tersebut, Kemendag juga mempertemukan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (Ainaki) dan Korean Animation Producers Association (KAPA). “Ainaki dan KAPA sepakat melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama di bidang animasi,” kata Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan.

Forum ini terselenggara atas kerja sama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan dengan ASEAN-Korea Center (AKC), The Korea Creative Content Agency (KOCCA), dan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (Ainaki).

Acara dihadiri 16 pelaku animasi Korea Selatan dan 40 pelaku animasi Indonesia, serta Sekretaris Jenderal AKC Lee Hyuk dan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom.

Selain menghadiri forum, selama kunjungannya ke Indonesia, para pelaku animasi Korea Selatan diajak melihat langsung kemajuan industri animasi Indonesia dengan berkunjung ke lokasi produksi MNC Animation, The Little Giantz, serta ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Menindaklanjuti kegiatan ini, diharapkan nantinya akan dilakukan kegiatan produksi bersama, serta pengembangan sumber daya manusia di kedua negara,” ujar Sekretaris Jenderal Ainaki, Eka Chandra.

Menurut data Statista, sebuah situs statistik internasional, pada tahun 2018 industri animasi dunia sebesar USD 259 miliar dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD 270 miliar pada tahun 2020. Di lain pihak, jumlah pelaku animasi Indonesia belum dapat dicatat dengan baik. Menurut perkiraan Ainaki, terdapat 35 studio dan 5 mitra industri animasi di Indonesia. (gas)

Share :