FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Kahatex Jadi Perusahaan Tekstil Indonesia Pertama yang Raih Penghargaan Industri Hijau

Salah seorang top management PT Kahatex Julian Song menerima penghargaan sebagai Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian. (Foto Dok Kahatex untuk Sugawa)

 

SUMEDANG – PT Kahatex yang merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara meraih sertifikat industry Hijau (Green Industry) dari Kementerian Perindustrian. Dengan mendapatkan sertifikat itu, berarti Kahatex menjadi perusahaan tekstil pertama Indonesia yang meraih penghargaan tersebut.

Industri Hijau adalah pengakuan tertinggi dari Kementerian Perindustrian bagi perusahaan yang telah menjalankan prinsip-prinsip produksi yang ramah lingkungan. Dengan raihan itu, sejumlah rombongan dari Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unido) dan Kementrian Perindustrian mengunjungi pabrik PT Kahatex Jalan Raya Bandung-Garut KM 23, Kamis (19/12/2019).

Manajer Umum Bidang Humas dan Lingkungan Luddy Sutedja kepada SUGAWA.ID, Jumat (19/12/2019) menyampaikan bahwa ada proses panjang yang dilalui Kahatex hingga mencapai penghargaan tersebut. Salah satunya dengan melalui audit Lembaga Sertifikat Industri Hijau (LSIH) yang terdaftar serta ditunjuk oleh Kementrian Perindustrian.

“Tak mudah sebuah perusahaan tekstil seperti Kahatex meraih penghargaan ini. Karena semua harus melalui sebuah proses yang Panjang termasuk harus mendapat audit dari LSIH yang dilaksanakan secara independen, transparan berdasarkan fakta dan data yang valid,” tutur Luddy.

Sementara Compliance Manajer yang sekaligus penanggungjawab Green Industri PT Kahatex Tamami menjelaskan ada 15 aspek yang menjadi ruang lingkup penilaian untuk mendapatkan penghargaan itu yakni 9 aspek teknis dan 6 aspek manajemen.

“Aspek teknis meliputi bahan baku, zat warna dan bahan penolong, energi, air, proses produksi, produk, kemasan, limbah dan emisi GRK. Sedangkan 6 aspek lainnya seperti, kebijakan dan organisasi, perencanaan strategis, pelaksanaan dan pemantauan, tinjauan manajemen, tanggung jawab lingkungan sosial dan fasilitas karyawan,” papar Tamami.

Untuk diketahui, perusahaan yang memiliki 33 ribu pekerja ini adalah perusahaan tekstil di Jawa Barat yang berkomitmen terhadap lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) seluas 7 hektare.

Sebagian besar hasil produksi Kahatex diekspor ke negara-negara Uni Eropa yang sangat mematuhi prinsip-prinsip kelestarian lingkungan. Paling tidak ada 9000 lebih persyaratan ramah lingkungan yang harus dipenuhi sebuah produk untuk dapat menembus pasar Eropa.(wib)

Share :