FOKUS :

Makna 12.21 dan indoposco.id

Media indoposco.id launching pada Senin, 1 Februari 2021 tepat pukul 12.00 WIB atau diistilahkan “12.21”. (foto: pebri yoga/indoposco.id)   Sugawa.id...

BACK_BANNER_DOG

Jaga Stabilitas Produk, Paskomnas Siap Sediakan Tenaga Pendidik bagi Mitra Petani

WhatsApp Image 2021-02-10 at 12.31.45

Penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Closed-Loop Hortikultura. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Direktur Utama Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas), Hartono menyatakan lembaganya siap menyediakan tenaga pelatih untuk mendidik petani dalam hal penanganan pasca panen. Tujuannya agar produk yang sampai di Paskomnas sudah bisa langsung diserahkan ke pemesan.

“Kami siap membantu petani yang bekerja sama dengan pasar-pasar yang berada dalam naungan Paskomnas. Dengan pendidikan yang cukup, maka produk pertanian yang dihasilkan bisa terjaga kualitasnya dan memenuhi standar keinginan konsumen,” ujar Hartono kepada Sugawa.id, Selasa (9/2/2021).

Hartono menyatakan, Pasar Induk Tanah Tinggi yang berada di bawah Paskomnas didirikan dengan tujuan untuk membantu petani memasarkan produknya dengan lebih baik dengan memberikan akses pasar , sehingga memberikan kepastian pada petani dalam menjual hasil pertaniannya.

“Selama ini, sinergi antara pihaknya dengan pemerintah dimaksudkan untuk membantu petani dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan juga  kestabilan harga,” katanya.

Hartono menyatakan, selain Pasar Induk Tanah Tinggi, Paskomnas juga memiliki jaringan pasar induk lain yang berada di Palembang dan Surabaya. “Dengan konsep pasar induk berjaringan ini, akan memudahkan terjadinya pergerakan barang dari suatu daerah yang surplus ke daerah yang minus, sehingga dapat menciptakan keseimbangan dan kestabilan harga,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan terus berupaya dan siap berkolaborasi dengan semua pihak yang memiliki visi dan misi sejalan untuk menghadirkan model kemitraan agribisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan dan produktivitas petani. Salah satu bentuk kolaborasi dan dukungan itu diberikan Kementan kepada Pilot project closed-loop yang diinisiasi Komite tetap pengembangan hortikultura Kadin Indonesia bekerjasama dengan IPB, universitas Padjadjaran, Pupuk Kujang, perusahaan benih East West Indonesia, AACI, dan petani milenial Eptilu Kabupaten Garut. 

Kini, project tersebut bergerak di bagian hilir untuk menata produksi sesuai dengan peluang pasar. Selain Garut project close loop dikembangkan di kabupaten Sukabumi dan ke depan juga di Jawa tengah dan Jawa Timur, serta Bali.

Pilot project closed-loop merupakan suatu pendekatan untuk mendorong perkembangan agribisnis berkelanjutan melalui ekosistem digital.

Dukungan ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa perlu adanya terobosan yang inovatif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk pengembangan produk hortikultura.

“Pengembangan hortikultura harus ditempuh dengan terobosan khusus atau dengan cara-cara extraordinary dan inovatif. Pendekatannya juga harus holistik, terintegrasi hulu hingga hilir,” papar Sahrul.(wib)

Share :