FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Gubernur Dorong Budidaya Ikan Mas Lokal Khas Banten

Gubernur sedang memberikan arahan terkait pengembangan budidaya ikan Mas Lokal, si Nyonya. (Humas Pemprov Banten)

Sugawa.id – Gubernur Banten Wahidin Halim meminta Balai Budidaya Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Banten untuk mengembangkan budidaya ikan Mas Lokal, Si Nyonya. Sebab kebutuhan ikan mas dan ikan gurame masyarakat Banten masih tinggi, sementara sebagian besar ikan mas dan gurame masih disuplai dari luar daerah.

“Saya minta dikembangkan pembibitan ikan mas khas Pandeglang, Si Nyonya. Potensi ini untuk mendukung kebutuhan konsumen. Saya harap Dinas Kelautan dan Perikanan mendukung dan menggalakkan kembali untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ungkap Gubernur

Banten Wahidin Halim (WH) saat mengunjungi Balai Budidaya Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Banten di Jalan Raya Labuan KM. 12, Curugbarang, Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Selasa (29/9/2020).

Ditambahkan Gubernur, hal itu paralel dengan penduduk Jakarta yang masuk ke Banten. Sehingga harus didukung dengan pertanian dan perikanan yang kuat. “Hari ini saya memberikan motivasi perikanan untuk mengeksplore. Kita tidak sekadar melayani masyarakat tapi juga mampu berproduksi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur juga berbagi pengalaman bagaimana kedua orang tuanya sebagai guru dalam membangun ekonomi rumah tangga. Mencukupi kebutuhan biaya sekolah 9 anaknya hingga kuliah di Universitas Indonesia dengan memaksimalkan lahan yang dimiliki untuk bertani, berternak kerbau, bebek, ayam, dan tanam sayur. “Bisa survive meski gaji kecil dengan memanfaatkan tanah yang kecil. Saya harap para ASN Banten tidak gengsi untuk bertani, beternak, dan sebagainya. Sehingga tidak mikir untuk cari proyek apalagi korupsi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, ikan mas Si Nyonya sebelumnya banyak dibudidayakan masyarakat di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Relatif kuat terhadap serangan penyakit. Bisa dikembangkan di kolam juga lahan sawah yang ditanami padi. Ikan Ikan ini bisa memiliki berat hingga 10 kg lebih serta memiliki warna yang menarik. (wib)

Share :